Didatangi Petugas BPS di Rumah, Gubernur Khofifah Ikut Didata Sensus Ekonomi 2026
Petugas Sensus Ekonomi 2026 saat mendatangi rumah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk melakukan pendataan--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan mengikuti proses pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur di kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya.
Keikutsertaan Khofifah dalam sensus yang digelar setiap sepuluh tahun sekali itu menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap upaya menghadirkan data ekonomi yang akurat dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
BACA JUGA:1.095 Petugas Sensus Ekonomi Gresik Mulai Pendataan, Kualitas Data Jadi Priori

Mini Kidi Wipes.--
Di hadapan petugas sensus dan jajaran BPS Jawa Timur, Khofifah mengikuti seluruh tahapan wawancara sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam sensus menjadi faktor penting untuk menghasilkan gambaran nyata kondisi perekonomian daerah.
“Data yang kita berikan hari ini akan menjadi fondasi dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ke depan. Karena itu, saya berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus,” ujar Khofifah.

Gempur Rokok Illegal--
Gempur Rokok Illegal--
Ia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan rutin, melainkan instrumen strategis yang akan menentukan arah pembangunan dalam beberapa tahun mendatang. Hasil sensus akan menjadi acuan pemerintah dalam memetakan aktivitas ekonomi masyarakat, mengukur perkembangan sektor usaha, hingga menyusun program pemberdayaan yang lebih efektif.
BACA JUGA:Kawal Keakuratan Data, Bupati Yusuf Rio Sumpahi Ratusan Petugas Sensus
Menurut Khofifah, kualitas data juga berpengaruh langsung terhadap ketepatan berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial dan berbagai intervensi ekonomi yang menyasar masyarakat.
“Kalau kita ingin bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan meminimalkan kesalahan data, maka salah satu langkah pentingnya adalah melalui sensus ekonomi ini. Data yang terkumpul nantinya akan diverifikasi dan divalidasi sehingga kualitasnya semakin baik,” katanya.
BACA JUGA:Perkuat Ekonomi Daerah, Bupati Warsubi Resmi Buka Pelatihan 1.217 Petugas Sensus Ekonomi 2026
Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat Jawa Timur untuk mendukung petugas sensus yang saat ini melakukan pendataan dari rumah ke rumah maupun tempat usaha.
"Sensus ekonomi ini hanya dilakukan setiap sepuluh tahun. Karena itu mari kita manfaatkan momentum ini dengan memberikan data yang benar agar hasilnya bisa memberikan manfaat besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," tukasnya.
Sumber:





