iklan bhayangkara
Pildun Banner

Persepsi Masyarakat dalam Kolaborasi Tripartit Pengelolaan Trans Jatim di Malang Raya

Persepsi Masyarakat dalam Kolaborasi Tripartit Pengelolaan Trans Jatim di Malang Raya

Dwi Wahyu Ambarwati dan Nadia Shokhfi, penulis artikel tentang kolaborasi pengelolaan Trans Jatim.--

OLEH:

Dwi Wahyu Ambarwati dan Nadia Shokhfi

Mahasiswi Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

PERSEPSI masyarakat menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan publik. Penilaian tersebut terbentuk dari pengalaman penggunaan layanan, interaksi dengan petugas, dan manfaat yang dirasakan.

Keberhasilan layanan publik dipengaruhi oleh kerja sama berbagai pihak yang terlibat. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah kolaborasi tripartit yang melibatkan pemerintah sebagai regulator, pengelola sebagai penyelenggara layanan, dan pekerja sebagai pelaksana operasional.

Kolaborasi ini diterapkan dalam pengelolaan Trans Jatim yang bertujuan menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat Malang Raya.

Hasil wawancara menunjukkan masyarakat memiliki persepsi positif terhadap layanan Trans Jatim.

Layanan ini dinilai memudahkan mobilitas dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lainnya.

Mahasiswa dan pelajar merasakan manfaat ekonomi melalui tarif murah, terutama tarif pelajar sebesar Rp2.500.


Mini Kidi Wipes.--

Selain itu, fasilitas seperti bus berpendingin udara, tempat duduk yang nyaman, dan pelayanan petugas yang ramah turut meningkatkan kenyamanan perjalanan.

Masyarakat yang menggunakan Trans Jatim untuk bekerja, berobat, maupun berwisata menilai layanan ini mempermudah akses ke berbagai wilayah, khususnya Kota Batu.

Meski demikian, sebagian pengguna masih mengeluhkan keterlambatan armada dan keterbatasan kapasitas bus pada waktu tertentu.

Persepsi positif masyarakat tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan pekerja.

Tarif murah dapat dinikmati karena adanya subsidi pemerintah.

Kenyamanan perjalanan terjaga melalui pengelolaan armada yang baik.

Sementara itu, pelayanan yang ramah diberikan oleh pekerja yang berinteraksi langsung dengan penumpang.

Masyarakat menilai koordinasi antar pihak berjalan cukup baik sehingga menghasilkan layanan yang relatif teratur dan mudah diakses.

Pemerintah berperan sebagai regulator dan pengawas yang menyediakan subsidi serta mengawasi operasional layanan.

Pengelola bertanggung jawab terhadap operasional armada, fasilitas, dan jadwal keberangkatan.

Sementara pekerja menjalankan pelayanan langsung kepada masyarakat dengan menerapkan standar operasional guna menjamin keselamatan dan kualitas layanan.

Tantangan utama yang dihadapi adalah kemacetan yang menyebabkan keterlambatan armada.

Selain itu, masih terdapat kendala penggunaan aplikasi layanan dan tindakan vandalisme terhadap fasilitas halte.

Kehadiran Trans Jatim juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang angkutan konvensional.

Sebagai bentuk adaptasi, sebagian pengemudi angkutan kota direkrut menjadi pengemudi Trans Jatim atau dilibatkan dalam program angkutan pelajar.

Trans Jatim memberikan manfaat nyata berupa akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.


Gempur Rokok Illegal--

Layanan ini mendukung aktivitas pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan pariwisata sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Berdasarkan Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons, pemerintah, pengelola, pekerja, dan masyarakat membentuk sistem yang saling bergantung.

Persepsi positif masyarakat menunjukkan fungsi masing-masing aktor telah berjalan cukup baik sehingga menciptakan keseimbangan dalam pelayanan publik.

Masyarakat menilai kolaborasi tripartit dalam pengelolaan Trans Jatim berjalan cukup efektif.

Sinergi antara pemerintah, pengelola, dan pekerja mampu menghadirkan layanan transportasi yang terjangkau, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, berbagai upaya perbaikan menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan layanan Trans Jatim di Malang Raya.

Sumber: