Pildun Banner

Lapas Kelas IIB Tulungagung Renovasi Rumah Warga, Libatkan Wabin Bersertifikat

Lapas Kelas IIB Tulungagung Renovasi Rumah Warga, Libatkan Wabin Bersertifikat

Kalapas Muhammad Kurnia menyerahkan bantuan sosial bedah rumah kepada warga penerima.--

TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kepedulian terhadap masyarakat sekitar kembali ditunjukkan Lapas TULUNGAGUNG. Melalui kegiatan bakti sosial, jajaran Lapas melakukan renovasi rumah sederhana milik warga yang dinilai membutuhkan bantuan agar kembali layak dihuni.

Rumah milik Sri Mujayanah (46), warga Desa/Kecamatan Kedungwaru menjadi sasaran kegiatan sosial tersebut, setelah sebelumnya dilakukan survei lapangan oleh petugas.

BACA JUGA:Razia Gabungan di Lapas Tulungagung, Palu hingga Kartu Remi Disita


Mini Kidi Wipes.--

Renovasi sudah dimulai sejak beberapa hari lalu dan kini telah tuntas pengerjaannya.

Kalapas Tulungagung, Muhammad Kurnia mengatakan, keberhasilan renovasi tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa, perangkat RT/RW hingga keterlibatan unsur TNI dan Polri.

BACA JUGA:Lapas Tulungagung Terbaik Nasional, Bukti Pembinaan Tak Sekadar Wacana

“Kami melakukan renovasi sederhana kepada masyarakat yang memerlukan. Setelah dilakukan survei, rumah Bu Sri menjadi target kegiatan kami. Alhamdulillah selesai dalam lima hari kerja tentu karena dukungan semua pihak, aparat desa, RT, RW dan dukungan dari TNI serta Polri,” ujar Muhammad Kurnia, pada Senin 22 Juni 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial yang dijalankan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Ini bagian dari upaya pemerintah di setiap kementerian Imipas untuk bisa membantu warga sekitar lingkungan lapas sebagai wujud kepedulian negara kepada masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Kapolres AKBP Dr Ihram Kustarto Sambangi Lapas Tulungagung Perkuat Sinergi Aparat

Menariknya, proses renovasi juga melibatkan tujuh warga binaan (Wabin) yang telah memiliki sertifikat keterampilan pertukangan. Mereka dinilai telah memenuhi syarat untuk terlibat dalam kegiatan sosial di luar pembinaan rutin.

“Kami melibatkan tujuh orang warga binaan yang sudah mendapatkan sertifikasi kegiatan pertukangan. Mereka sudah memenuhi syarat untuk membantu pelaksanaan kegiatan ini, tentu dengan pengawasan dari petugas,” jelasnya.

Untuk pendanaan, Muhammad Kurnia menyebut seluruh anggaran berasal dari dana sosial yang selama ini dihimpun dari pegawai Lapas serta dukungan dari Koperasi Primer Lapas dengan total sekitar Rp10 juta.

Sumber:

Berita Terkait