HJKS Banner
SFF 20266

Deteksi Gagal Ginjal Lebih Mudah, Dosen Unugiri Kembangkan Sistem Berbasis Artificial Intelligence

Deteksi Gagal Ginjal Lebih Mudah, Dosen Unugiri Kembangkan Sistem Berbasis Artificial Intelligence

Deteksi Gagal Ginjal Lebih Mudah, Dosen UNUGIRI Kembangkan Sistem Berbasis Artificial Intelligence--

BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro mengembangkan sistem deteksi dini penyakit gagal ginjal berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat diakses secara daring melalui laman deteksidinigagalginjal.com. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Desa Getas, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit gagal ginjal.

Program pengabdian ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUGIRI berdasarkan Kontrak Nomor 1030/SKt/LPPM/071088/XII/2025. Tim pengabdian dipimpin oleh Nur Mahmudah dengan anggota Taufik Azhary dan Pelangi Eka Yuwita, serta melibatkan empat mahasiswa Program Studi Statistika.

BACA JUGA:Yudisium Unugiri 2025-2026 Sukses Digelar, Wakil Rektor Minta Lulusan Selaraskan Teknologi dengan Nilai Aswaja


Mini Kidi Wipes.--

Ketua tim pengabdian, Nur Mahmudah, menjelaskan bahwa penyakit gagal ginjal masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Banyak kasus baru diketahui ketika kondisi pasien sudah berada pada tahap lanjut karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Menurutnya, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan awal secara lebih mudah dan cepat.

“Kami melihat bahwa salah satu tantangan utama dalam penanganan penyakit gagal ginjal adalah keterlambatan deteksi. Melalui sistem berbasis Artificial Intelligence ini, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan awal secara mandiri sehingga memiliki kesadaran lebih dini terhadap kondisi kesehatannya dan dapat segera mengambil langkah yang diperlukan,” ujarnya.

BACA JUGA:Buku Kearifan Lokal Mahasiswa PAI Unugiri Dibedah di Bojonegoro, Kaprodi akan Sowankan Bupati


Gempur Rokok Illegal--

Ia menambahkan bahwa pengembangan sistem tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan diagnosis tenaga medis, melainkan menjadi sarana skrining awal yang membantu masyarakat mengenali potensi risiko penyakit gagal ginjal.

Program pengabdian dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama berupa sosialisasi dan edukasi kesehatan yang diselenggarakan pada 21 April 2026. Selanjutnya, pada 2 Juni 2026 tim melaksanakan pelatihan sekaligus pendampingan penggunaan sistem deteksi dini gagal ginjal berbasis AI.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Getas tersebut melibatkan 30 warga dan 15 perangkat desa. Selama kegiatan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal, faktor risiko penyakit gagal ginjal, serta praktik langsung penggunaan sistem berbasis website yang telah dikembangkan tim pengabdian.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi pendampingan berlangsung. Warga tidak hanya mempelajari cara mengakses sistem, tetapi juga memahami bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya pencegahan penyakit.

BACA JUGA:Rekam Jejak Gemilang Unugiri 2025, Kampus Terbesar di Bojonegoro yang Diakui di Tingkat Nasional dan Global

Sumber: