Dihadiri Wapres Ke-14 hingga Menteri, Munas-Konbes NU 2026 Resmi Dibuka
Suasana pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Ponpes Al Falah Ploso Kediri.--
KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sejumlah tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) bersama jajaran pejabat pemerintah pusat dan daerah menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten KEDIRI, pada Sabtu malam, 20 Juni 2026.
Pembukaan ditandai dengan penabuhan kentegan sebanyak sembilan kali oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar.
BACA JUGA:PBNU Bakal Bahas Polemik Konsesi Tambang dan Mekanisme AHWA di Munas-Konbes Kediri

Mini Kidi Wipes.--
Saat penabuhan, Kiai Miftach didampingi oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU Ahmad Said Asrori, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, perwakilan dzurriyat (keturunan pendiri) Ponpes Al-Falah Ploso KH Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), serta Syuriyah PBNU Prof. Mohammad Nuh.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dalam sambutannya berharap agar forum Munas dan Konbes kali ini menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang bermanfaat bagi organisasi, serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
BACA JUGA:Jelang Muktamar, PBNU ke Pasuruan Luncurkan Gerakan Pesantrenku Aman
"Semoga Munas-Konbes NU 2026 membuahkan hasil yang bermanfaat dan tidak menimbulkan masalah bagi siapa pun. Hasil yang sungguh akan memberikan harapan tentang masa depan bagi jam'iyah (organisasi) yang kita cintai ini," ujar Gus Yahya.
Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam khotbah iftitahnya menyampaikan harapan agar agenda besar ini membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan pengurus NU di semua tingkatan.
"Yang kami harapkan ada setitik debu keberkahan yang bisa kita bawa pulang, yang menjadikan semua pengurus, baik Tanfidziyah maupun Syuriyah, memperoleh husnulkhotimah dalam berkhidmat di NU," kata Kiai Miftach.
BACA JUGA:Muktamar NU, Kiai Afifuddin Muhajir Kuda Hitam Rais ‘Aam PBNU?
Di sisi lain, Ketua Organizing Committee (OC) sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara pembukaan tersebut.
"Alhamdulillah semua berjalan lancar, saya kira pesan-pesan penting sudah disampaikan," ucapnya.
Gus Ipul berharap keputusan yang lahir dari forum ini dapat menjadi modal utama dalam menciptakan iklim Muktamar NU yang sejuk dan damai ke depan. Menurutnya, atmosfer di pondok pesantren ini memberikan energi positif yang sangat kuat.
Sumber:









