HJKS Banner
SFF 20266

DPRD Kota Pasuruan Respons Keluhan Warga Terkait Pengalihan Arus Jembatan Bok Wedi

DPRD Kota Pasuruan Respons Keluhan Warga Terkait Pengalihan Arus Jembatan Bok Wedi

Kondisi kepadatan kendaraan besar di jalan Gatot Subroto--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.IDKebijakan pengalihan arus lalu lintas akibat perbaikan Jembatan Bok Wedi, Kota Pasuruan, terus menuai polemik. Merespons protes warga yang merasa terganggu dengan kepadatan kendaraan besar, DPRD Kota Pasuruan menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota dan Satlantas Polres Pasuruan Kota di Kantor DPRD setempat.

Ketua DPRD Kota Pasuruan, M. Toyib menyatakan, pihaknya telah merumuskan dua opsi solusi untuk menekan dampak kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di jalur alternatif. "Ada dua rumusan yang kami bahas untuk segera ditindaklanjuti," ujar Toyib pada Jumat 19 Juni 2026.

BACA JUGA:DPRD Kota Pasuruan Setujui Delapan Raperda Wali Kota, Tekankan Tindak Lanjut Serius


Mini Kidi Wipes.--

Rumusan pertama, kendaraan besar dari arah Surabaya menuju Probolinggo tetap melintasi Jalan Gatot Subroto (Jalur Lingkar Selatan), namun dengan sistem satu jalur.

"Di Jalan Gatot Subroto nantinya hanya berlaku satu jalur untuk kendaraan dari arah Surabaya ke Probolinggo. Sedangkan arus sebaliknya, yakni dari Probolinggo ke Surabaya, akan dialihkan di Simpang Empat Kebonagung melalui Jalan Panglima Sudirman hingga tembus ke Jalan Hasanudin," jelas politisi Partai Golkar tersebut.

BACA JUGA:Data Lahan Pengganti Buram, Pansus DPRD Pasuruan Endus Dugaan Main Mata TMKH


Gempur Rokok Illegal--

Sementara itu, rumusan kedua yang tengah dijajaki adalah pengalihan total kendaraan besar dari Surabaya ke Probolinggo agar langsung masuk melalui gerbang tol Rembang. 

Namun, Toyib mengakui bahwa opsi ini memerlukan koordinasi lintas sektoral. "Untuk opsi kedua, kami masih perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Jasa Marga dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan," tambahnya.

BACA JUGA:Sakermania Datangi DPRD Pasuruan, Manajer Persekabpas Tegaskan Klub Tidak Dijual

Upaya ini dilakukan menyusul aksi protes warga Kecamatan Gadingrejo di simpang tiga Bukir, Jalan Gatot Subroto, beberapa waktu lalu. 

Warga menuntut agar kendaraan besar, terutama truk, tidak lagi melintasi permukiman di Jalan Gatot Subroto dan Kebonagung.

BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Inisiasi Transformasi Bunderan Apollo Jadi Hutan Kota

Sumber: