HJKS Banner
SFF 20266

Operasi Gabungan Sasar Bentor Liar, Dua Unit Diamankan di Pasuruan

Operasi Gabungan Sasar Bentor Liar, Dua Unit Diamankan di Pasuruan

Petugas mengamankan becak bermotor yang melanggar aturan dalam operasi gabungan di Kota Pasuruan.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Perhubungan Kota Pasuruan bersama satpol PP dan aparat gabungan TNI-Polri menggelar operasi penertiban becak bermotor (bentor), Rabu 17 Juni 2026. Hasilnya, petugas mengamankan dua unit yang melanggar aturan

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas maraknya operasional bentor tanpa izin yang dinilai meresahkan masyarakat.

Operasi gabungan menyisir sejumlah titik strategis, mulai jalur Pantura, Terminal Lama, Jalan Belitung, Jalan Sulawesi, Jalan Sumatera, hingga kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan. Hasilnya, petugas mengamankan dua unit bentor yang kedapatan melanggar aturan.

BACA JUGA:Aktivis Tutup Akses Jalan Raya, Desak Walikota Pasuruan Alihkan Truk Besar dari Jalur Maut Gadingrejo


Mini Kidi Wipes.--

Proses penertiban di kawasan Terminal Lama sempat diwarnai ketegangan antara petugas dan pengemudi bentor.

Namun situasi berhasil diredam setelah Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Hermanto memberikan penjelasan secara persuasif.

Setelah memahami pelanggaran yang dilakukan, pengemudi akhirnya kooperatif dan bersedia kendaraannya diangkut menggunakan truk operasional.

Hermanto mengatakan operasi tersebut merupakan instruksi langsung pimpinan menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait perilaku pengemudi bentor.

"Kami menerima banyak sekali aduan masyarakat terkait oknum pengemudi bentor yang ugal-ugalan, terutama saat mengangkut peziarah," ujar Hermanto, Kamis 18 Juni 2026.

BACA JUGA:Babinsa Turi Lamongan Tanamkan Wawasan Kebangsaan untuk Bentengi Generasi Digital


Gempur Rokok Illegal--

Ia menegaskan bentor dilarang melintas di rute-rute khusus yang telah ditetapkan bagi becak konvensional wisata.

Menurutnya, penertiban tersebut bukan sekadar urusan regulasi, melainkan upaya menjaga keselamatan di jalan raya serta melindungi pendapatan penarik becak konvensional yang kerap dirugikan.

Berdasarkan keluhan paguyuban becak, aksi ugal-ugalan tersebut sering dipicu persaingan berebut penumpang di kawasan wisata religi.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan demi menjaga kondusivitas wilayah.

"Operasi ini akan kami gelar setiap hari, bahkan hingga malam hari. Kami ingin memastikan tidak ada lagi aksi ugal-ugalan yang bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya," pungkas Hermanto. (kd/mh)

Sumber: