Limbah Dapur Dongkrak Panen Padi Situbondo Tembus 9,1 Ton per Hektare
Bupati Rio, Wabup Ulfiyah, saat panen padi yang menggunakan nutrusi limbah dapur di areal pertanian di Desa Talkandang, Kecamatan Kota, Situbondo.--
SITUBONDO,MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten SITUBONDO terus mendorong inovasi sektor pertanian guna mempercepat swasembada pangan. Langkah nyata ditunjukkan oleh Bupati SITUBONDO, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bersama Wakil Bupati Ulfiyah dan Dandim 0823 SITUBONDO Letkol Ferry Ardian saat menghadiri panen raya di Desa Talkandang, Kecamatan Kota SITUBONDO, Kamis 18 Juni 2026.
Lahan pertanian di desa ini berhasil meningkatkan produktivitas berkat penggunaan nutrisi yang diolah dari limbah dapur. Inovasi ramah lingkungan kreasi komunitas peduli sampah setempat ini terbukti mampu menghemat biaya produksi sekaligus mendongkrak hasil panen secara signifikan.
BACA JUGA:Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Situbondo Gelar Pawai Lampion 'Situbondo Islamic Culture'

Mini Kidi Wipes.--
Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para inovator yang berhasil mengawinkan solusi lingkungan dengan kebutuhan pertanian.
"Ini gerakan luar biasa dari komunitas peduli sampah yang juga aktif di pertanian. Mereka tahu cara mengurai persoalan sampah dan mengaitkannya dengan kebutuhan pertanian, di saat kebutuhan pupuk saat ini begitu tinggi," ujar Mas Rio.
BACA JUGA:Genjot Herd Immunity, Pemkab Situbondo Wajibkan Sertifikat Imunisasi untuk Masuk Sekolah
Berdasarkan hasil ubinan di lapangan, produktivitas padi yang menggunakan nutrisi limbah dapur ini melesat menjadi 9,1 ton per hektar. Angka ini naik tajam dibandingkan rata-rata hasil panen sebelumnya yang hanya berada di kisaran 7,3 hingga 8 ton per hektar.
Selain mendongkrak hasil, inovasi ini membawa tiga manfaat utama bagi petani: mengurangi ketergantungan pupuk kimia hingga 30 persen, memangkas masa tanam, dan menghemat biaya operasional.
"Manfaatnya sangat besar dan nyata. Saya minta kecamatan lain menjadikan ini sebagai benchmarking (percontohan) untuk seluruh petani," tegas Bupati.
BACA JUGA:Pemkab Situbondo Raih Opini WTP Ke-11 dari BPK RI, Catat 10 Kali Berturut-turut
Meski sukses, Mas Rio mengingatkan para inovator untuk segera melengkapi legalitas dan perizinan produk melalui dinas terkait. Ia juga menyarankan kolaborasi dengan akademisi kampus demi mendapatkan penilaian ilmiah (academic judgement) untuk menyempurnakan formula tersebut. Langkah masif ini diharapkan mampu mendukung target swasembada 500 ribu ton Kabupaten Situbondo pada tahun 2026.
Sementara itu, Purwanto sosok di balik formula sukses ini adalah Purwanto, inovator lokal yang merintis formula nutrisi tanaman dari limbah rumah tangga sejak tahun 2015.
Setelah melalui masa uji coba yang panjang, gerakan ini resmi diterapkan secara luas pada tahun 2026. Inovasi ini juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya untuk membantu perputaran ekonomi warga.
Sumber:









