Gandeng Perguruan Silat, Kapolres Jember Ajak Rawat Kedamaian Jelang Pengesahan Warga PSHT
Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si., bersama para Ketua Organisasi Pesilat Kabupaten Jember.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Suasana guyub dan penuh rasa tanggung jawab mewarnai Ruang Utama (Rupatama) Polres JEMBER pada Rabu pagi 17 Juni 2026. Demi menjaga wajah Kabupaten JEMBER tetap damai dan kondusif, Kepolisian Resor JEMBER menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral menyambut agenda besar pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang JEMBER Tahun 2026.
​Rapat yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si., ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran TNI-Polri dan Pemkab Jember. Duduk bersama dalam satu meja, para ketua dan perwakilan dari berbagai perguruan silat di Jember—seperti PSHW, IKSPI Kera Sakti, Tapak Suci, Pagarnusa (Gasmi), Merpati Putih, dan belasan perguruan lainnya—menunjukkan komitmen serupa untuk menjaga persaudaraan di atas segalanya.
BACA JUGA:Tim URC Antibegal Polres Jember Ringkus Residivis Curanmor 18 TKP, Dua DPO Diburu

Mini Kidi Wipes.--
​Dalam arahannya, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyampaikan bahwa prosesi sakral pengesahan warga baru PSHT ini akan berlangsung selama delapan hari, mulai 21 hingga 29 Juni 2026. Sebanyak 3.570 calon warga baru akan disahkan di Padepokan PSHT Cabang Jember, Sukorambi.
​"Keamanan dan kedamaian itu tidak jatuh dari langit, tapi harus kita upayakan dan rawat bersama setiap hari. Kita tidak boleh terlena dengan kondisi Jember yang sudah aman ini. Stabilitas ini adalah ruang hidup kita bersama yang harus dijaga lewat kedisiplinan dan gotong royong," ujar AKBP Bobby dengan humanis namun tegas.
BACA JUGA:Keluarga Besar Polres Jember Kuatkan Anggota Sakit Menahun Lewat Anjangsana dan Tali Asih
​Untuk mengawal kelancaran acara yang melibatkan ribuan massa ini, Polres Jember menyiagakan sedikitnya 1.876 personel gabungan. Selain itu, demi menghindari gesekan di jalanan dan menjaga kenyamanan masyarakat umum, pihak PSHT Jember diminta aktif berkomunikasi dengan cabang di kabupaten tetangga, seperti Lumajang, Bondowoso, dan Banyuwangi, agar warga luar daerah tidak perlu berbondong-bondong datang ke Jember.
​Salah satu poin penting dalam rakor ini adalah kedewasaan sikap dan toleransi antar-organisasi pencak silat. Demi menjaga kekhusyukan acara dan mengantisipasi potensi kesalahpahaman di lapangan, seluruh perguruan silat lain di Jember diimbau secara kekeluargaan untuk tidak menggelar kegiatan pengumpulan massa dalam waktu yang bersamaan.
BACA JUGA:Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Jember Rajut Kebersamaan Lewat Turnamen Voli Kapolda Jatim Cup
​Langkah preventif ini disepakati bersama dan dituangkan dalam sebuah Maklumat Bersama yang mengikat. Isinya mengatur hal-hal teknis demi keselamatan para pesilat sendiri, antara lain:
​Dilarang memakai atribut perguruan saat berangkat dan pulang dari lokasi. ​Wajib mematuhi jadwal mobilitas yang sudah ditentukan. ​Seluruh pergerakan rombongan wajib dikawal oleh Polri dan Pamter. Peserta dilarang menggunakan kendaraan roda dua dan tidak boleh memasang pengeras suara (speaker) di kendaraan. ​Kepatuhan ketat terhadap zonasi parkir yang disediakan.

Gempur Rokok Illegal--
​Maklumat ini bukan sekadar aturan di atas kertas. Jika terjadi pelanggaran yang memicu gangguan keamanan, para penanggung jawab mulai dari tingkat Cabang, Ranting, hingga tim pengamanan internal (Pamter dan Satkes) akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.
Sumber:






