Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

Mantan Jurnalis Ingin Terus Mengabdi, Totok Sumianta Daftar BPD Karangbayat Jember

Mantan  Jurnalis Ingin Terus Mengabdi, Totok Sumianta Daftar BPD Karangbayat Jember

Totok Sumianta mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota BPD Desa Karangbayat.--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Totok Sumianta, mantan jurnalis senior yang tiga kali gagal menjadi anggota DPRD Jember dan sekali gagal menjadi Ketua PWI Jember, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota BPD Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Selasa, 16 Juni 2026.

Berbekal pengalaman 20 tahun di dunia jurnalistik, yakni 10 tahun di Radar Jember (Jawa Pos Grup) dan 10 tahun di Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum, serta kedekatannya dengan masyarakat bawah, Cak Totok memantapkan langkah untuk mengabdi melalui jalur kelembagaan desa.

Bagi masyarakat setempat, pria berambut putih tersebut bukan sosok asing karena selama menjadi jurnalis ia meliput berbagai bidang mulai dari pemerintahan, politik, hukum dan kriminal, hingga sosial budaya.

BACA JUGA:Sentuhan Kemanusiaan KSR PMI Jember Ajak Ratusan Siswa SMP Kenali Pentingnya Jaga Kebersihan Diri


Mini Kidi Wipes.--

Rekam jejak itu menempa ketajamannya dalam melihat dan memahami persoalan masyarakat dari berbagai sudut pandang.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Cak Totok memilih kembali ke desa dan menekuni sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan organik, serta tanaman herbal.

Aktivitasnya di sawah membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan petani dan buruh tani.

"Alhamdulillah, saya bisa berkomunikasi dengan warga dari berbagai latar belakang karena hampir setiap hari berada di sawah. Di situlah banyak aspirasi dan persoalan riil yang mereka sampaikan langsung kepada saya," ujar Cak Totok.

Menurutnya, di tengah hamparan padi tidak ada lagi sekat pembatas antara dirinya dan warga.

"Kalau di sawah itu obrolannya mengalir alami. Mulai dari masalah hama tanaman, benih, pengairan, biaya produksi yang mencekik, sampai masa panen. Kadang kami juga berdiskusi ringan soal program pemerintah yang menyentuh petani. Bagi saya, membaur dengan mereka memberikan kebahagiaan tersendiri," ungkapnya.

Kedekatan tersebut membuat Totok kerap menjadi jembatan informal antara warga dan pemangku kebijakan.

Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika para peternak desa mengeluhkan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

BACA JUGA:Guncang Panggung Internasional, Dua Putri Jember Siap Taklukkan Dunia


Gempur Rokok Illegal--

Saat itu, warga terbebani biaya hingga Rp 100 ribu untuk sekali suntik mandiri dari dokter hewan.

"Mendengar keluhan yang memberatkan warga itu, saya langsung mencoba berkomunikasi dengan dinas terkait menggunakan jaringan yang saya miliki. Alhamdulillah, petugas merespons cepat dan turun ke lokasi. Akhirnya sapi-sapi warga yang sakit bisa ditangani secara gratis," kenangnya.

Aksi nyata tersebut meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat.

Berkat kepeduliannya yang konsisten, sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa mendorong Cak Totok untuk membawa kontribusinya ke ranah yang lebih formal melalui kelembagaan desa.

Dorongan dari warga tersebut memantapkan langkah pria lulusan hukum itu untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota BPD Desa Karangbayat.

Bagi Totok, keputusan tersebut bukan sekadar mengikuti kompetisi, melainkan bentuk reorientasi hidup setelah berkiprah di dunia pers dan politik.

Ia ingin mendedikasikan energinya untuk mengawal pembangunan dan menjadi penyambung aspirasi masyarakat di desa tempatnya berpijak. (edy)

Sumber:

Berita Terkait