iklan bhayangkara2
Pildun Banner

Kenaikan Harga BBM Bayangi Tarif Trans Jatim, Dishub Tunggu Keputusan Pusat

Kenaikan Harga BBM Bayangi Tarif Trans Jatim, Dishub Tunggu Keputusan Pusat

Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono menjelaskan kebijakan tarif Trans Jatim.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memastikan belum ada perubahan tarif Trans Jatim meski potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai menjadi perhatian.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menegaskan hingga saat ini belum ada kebijakan eskalasi tarif Trans Jatim. Pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan BBM sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

"Kami tidak ada kebijakan eskalasi. Kami menunggu pusat. Kalau kami mendahului keputusan pusat, nanti justru bisa menjadi persoalan," ujar Nyono, Minggu 14 Juni 2026.

Menurutnya, tarif Trans Jatim saat ini masih mengacu pada kebijakan yang berlaku dan mendapat dukungan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA:Trans Jatim Bidik Kawasan Industri Pasuruan, Dishub Siapkan Jalur Alternatif untuk Buruh


Mini Kidi Wipes.--

Karena itu, perubahan tarif tidak dapat dilakukan secara sepihak meski terjadi dinamika harga energi.

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Pemprov Jatim memperluas layanan Trans Jatim ke sejumlah daerah penyangga kawasan metropolitan.

Salah satu yang tengah dikaji adalah pengembangan layanan menuju Kabupaten Pasuruan yang selama ini menjadi aspirasi kalangan pekerja dan buruh.

Dishub Jatim mengakui kenaikan harga BBM selalu berdampak terhadap biaya operasional angkutan umum.

Namun, pemerintah berupaya menjaga agar transportasi publik tetap terjangkau, khususnya bagi kelompok pekerja yang setiap hari bergantung pada layanan tersebut.

"Program Trans Jatim salah satu tujuannya memang meringankan biaya transportasi masyarakat, terutama teman-teman buruh. Karena itu kami sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan tarif," katanya.

Saat ini tarif Trans Jatim masih mendapatkan dukungan subsidi pemerintah sehingga masyarakat belum merasakan beban biaya transportasi yang lebih tinggi.

Skema subsidi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga jumlah penumpang tetap tumbuh dari tahun ke tahun.Di sisi lain, Dishub Jatim memastikan pengembangan koridor baru tetap menjadi prioritas.

Koridor menuju Malang disebut sudah dalam tahap persiapan dan ditargetkan menjadi hadiah Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Oktober mendatang.

BACA JUGA:Jembatan Perintis Garuda di Pasrujambe Segera Rampung, Tinggal Penyetelan Seling dan Pengecatan


Gempur Rokok Illegal--

Selain ekspansi layanan, pemerintah juga tengah menyiapkan penerapan Intelligent Transport System (ITS) pada salah satu koridor Trans Jatim.

Teknologi tersebut akan mengintegrasikan pengaturan lalu lintas berbasis sensor, prioritas lampu hijau untuk bus, serta sistem jalan berkeselamatan guna meningkatkan ketepatan waktu perjalanan.

Meski berbagai inovasi terus disiapkan, Dishub Jatim menegaskan kebijakan tarif tetap akan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Selama belum ada arahan resmi terkait penyesuaian harga BBM dari pemerintah pusat, tarif Trans Jatim dipastikan tetap berlaku seperti saat ini.

"Yang jelas saat ini belum ada perubahan tarif. Kami masih menunggu kebijakan dari pusat dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," tukasnya. (ain)

 

Sumber: