Tekan Kebocoran, Parkir Digital Surabaya Dongkrak PAD 10 Persen
Rompi jukir dilengkapi smart parking, rompi ini memiliki kode QRIS di bagian saku area dada. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Penerapan sistem parkir digital yang digagas Dinas Perhubungan Kota Surabaya mulai membuahkan hasil positif. Setelah resmi diimplementasikan secara efektif dalam beberapa bulan terakhir, Dishub mencatat adanya tren kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir sebesar 10 persen.
Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengungkapkan bahwa lompatan ini terhitung signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
BACA JUGA:Digitalisasi Parkir Surabaya Meluas ke Perak dan Stasiun Kota, 926 Jukir Kini Gunakan Non-Tunai

Mini Kidi Wipes.--
Meski program ini sudah dicanangkan sejak Januari 2026, efektivitas sistem baru berjalan optimal pada medio Maret dan April. Hal ini dikarenakan proses distribusi perangkat ponsel pintar kepada para juru parkir (jukir) baru rampung seluruhnya pasca-Hari Raya Idulfitri.
“Peningkatan pemasukan parkir setelah digitalisasi sekitar 10 persen. Kenaikan ini terjadi karena sistem digital membuat pencatatan menjadi lebih transparan. Kami akan terus melakukan evaluasi terkait peningkatan pendapatan retribusi ini,” ujar Trio.
BACA JUGA:Cegah Jukir Liar, Dishub Surabaya Pasang Foto Petugas Resmi di 819 Titik Parkir Digital
Sebagai catatan, realisasi pendapatan parkir Kota Surabaya pada tahun 2025 lalu mencapai Rp 25 miliar. Melalui optimalisasi sistem digital dan dukungan penuh dari masyarakat, Dishub optimistis target pendapatan parkir ke depan dapat melonjak tajam sebesar 40 hingga 50 persen.
Untuk mengejar target tersebut, sekaligus mempersempit ruang gerak jukir liar dan menekan kebocoran dana di lapangan, Dishub Surabaya memasang papan rambu di setiap titik parkir yang dilengkapi dengan foto resmi jukir yang bertugas di lokasi tersebut.
Sebanyak 900 jukir resmi kini dibekali rompi khusus dengan kode QRIS di bagian saku dada. Saku bagian kanan digunakan untuk transaksi kendaraan roda dua, sedangkan saku bagian kiri khusus untuk kendaraan roda empat.
BACA JUGA:Semarak HJKS ke-733, Naik Suroboyo Bus hingga Parkir di Surabaya Cuma Bayar Rp733 Pakai QRIS
“Dengan inovasi ini, warga yang ingin membayar non-tunai lewat m-banking hanya perlu memindai kode QRIS di rompi jukir. Setelah sukses, cukup tunjukkan buktinya. Jadi, tidak ada alasan lagi ponsel jukir mati atau kehabisan kuota,” jelas Trio.
Selain QRIS, Dishub juga memfasilitasi jukir dengan mesin pembayaran kartu uang elektronik (kartu tol) serta voucher parkir. Guna memperluas akses, pihak perhubungan kini tengah menjajaki kerja sama dengan jaringan ritel modern dan UMKM untuk bertindak sebagai agen penyedia voucher parkir.
Demi menyukseskan transparansi ini, Pemerintah Kota Surabaya meminta dukungan penuh dari warga Kota Pahlawan. Masyarakat diimbau untuk lebih jeli dan berani menolak memberikan uang tunai jika menemukan kejanggalan identitas jukir di lapangan.
Sumber:










