Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

Usut Tuntas Dugaan Pelecehan, Perbakin Surabaya Buka Hotline Pengaduan dan Respons Dugaan Korban Lain

Usut Tuntas Dugaan Pelecehan, Perbakin Surabaya Buka Hotline Pengaduan dan Respons Dugaan Korban Lain

Perbakin Surabaya mengumpulkan para atlet muda beserta orang tua mereka untuk memberikan pengarahan, imbauan, sekaligus pernyataan sikap resmi organisasi.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pengurus Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Surabaya mengambil sikap tegas terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret salah satu mantan anggotanya berinisial JL (40). 

Selain menonaktifkan terduga pelaku, Perbakin Surabaya kini resmi membuka hotline pengaduan untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya korban lain.

Langkah taktis ini disampaikan langsung dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Rapat Perbakin Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026). 

BACA JUGA:Buntut Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur, Perbakin Surabaya Pecat Oknum Pengurus Berinisial JL


Mini Kidi Wipes.--

Agenda tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi organisasi, di antaranya Ketua Harian Perbakin Surabaya Hadi Susilo, Ketua Dewan Etik dan Disiplin Antonius Mega, Dewan Pengawas Teguh Wijaya, serta Komisi AAIPSC Teguh Hendrawan.

Di saat yang sama, pengurus juga mengumpulkan para atlet muda beserta orang tua mereka untuk memberikan pengarahan, imbauan, sekaligus pernyataan sikap resmi organisasi.

Merespons keresahan pihak keluarga yang menduga adanya korban lain selain DS (14), Ketua Harian Perbakin Surabaya, Hadi Susilo, menyatakan bahwa hingga saat ini kabar tersebut belum terkonfirmasi. Namun, pihak organisasi memilih proaktif dengan menyediakan wadah aduan.

"Hari ini kami sampaikan bahwa kami membuka hotline atau nomor pengaduan bagi para atlet maupun orang tua. Barangkali ada korban lain yang mungkin bisa terkuak melalui briefing siang ini," ujar Hadi Susilo. 

BACA JUGA:Pengurus Perbakin Surabaya Terduga Pelaku Pencabulan Diperiksa Polisi, Kasus Naik ke Penyidikan


Gempur Rokok Illegal--

Terkait status terduga pelaku JL, Hadi menegaskan bahwa yang bersangkutan telah resmi dinonaktifkan dari kepengurusan. 

"Sudah dinonaktifkan sejak tanggal 12 Juni berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hadi juga meluruskan status tempat pelatihan menembak bernama 'Lasapa', yang menjadi lokasi aktivitas terduga pelaku.

Sumber:

Berita Terkait