Warga Binaan Lapas Arjasa Produksi Pakan Ayam dan Kelola Peternakan
Warga binaan Lapas Arjasa mengelola peternakan dan memproduksi pakan ayam di SAE.--
SUMENEP, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Lapas Kelas III Arjasa melibatkan warga binaan dalam pengelolaan peternakan dan produksi konsentrat pakan ayam di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) El Gasa Farm sebagai bagian program pembinaan kemandirian, Jumat, 12 Juni 2026.
Di kawasan SAE El Gasa Farm, warga binaan aktif menjalankan berbagai kegiatan peternakan.
Mulai dari membersihkan kandang, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memproduksi konsentrat pakan ayam melalui proses pencampuran bahan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, etos kerja, serta kemampuan teknis di bidang peternakan.
BACA JUGA:Air Mata Haru Pak Ismail Saat Rumahnya Disulap Jadi Nyaman oleh Lapas Jember

Mini Kidi Wipes.--
Seluruh kegiatan berlangsung tertib dengan pendampingan langsung dari staf pembinaan untuk memastikan proses berjalan aman dan sesuai arahan.
Selain membentuk karakter positif, kegiatan ini juga memberikan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan sebagai modal usaha maupun peluang kerja setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Kelas III Arjasa Ristanto Rachmad Hidayat menegaskan program pembinaan di SAE merupakan langkah konkret dalam menciptakan warga binaan yang produktif dan siap beradaptasi saat kembali menjalani kehidupan sosial.
BACA JUGA:Pengurus Perbakin Surabaya Terduga Pelaku Pencabulan Diperiksa Polisi, Kasus Naik ke Penyidikan

Gempur Rokok Illegal--
"Melalui kegiatan peternakan dan produksi pakan ayam ini, kami berharap warga binaan memperoleh pengalaman serta keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti Pembinaan kemandirian di SAE menjadi langkah nyata dalam membentuk warga binaan yang terampil, produktif, dan mandiri," tegas Ristanto.
Antusiasme warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan berbasis keterampilan tidak hanya menjadi sarana pengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi wadah pembentukan sumber daya manusia yang siap berkarya dan berkontribusi positif di masyarakat. (jsw)
Sumber:






