iklan bhayangkara
Pildun Banner

Media Siber Profesional Garda Terdepan Penangkal Perang Informasi di Jatim

Media Siber Profesional Garda Terdepan Penangkal Perang Informasi di Jatim

Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.--

Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.

Pangdam V/Brawijaya 

 

Arus globalisasi dan digitalisasi yang melesat bak anak panah membawa konsekuensi logis pada pergeseran doktrin pertahanan negara. Di tengah pusaran era digital, medan pertempuran modern tidak lagi melulu berkecamuk di palagan darat, laut, dan udara, melainkan telah merangsek masuk menginvasi ruang siber dan jagat informasi publik.

Menyikapi fenomena information warfare atau perang informasi yang kian masif tersebut, Pangdam V/Brawijaya menegaskan urgensi peran krusial media siber profesional sebagai garda terdepan penangkal infiltrasi ideologi radikal sekaligus benteng penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah Jawa Timur.

BACA JUGA:Sambut HUT ke-8 Memorandum Online, Keluarga Besar Memorandum Gelar Tasyakuran


Mini Kidi Wipes.--

Pernyataan tersebut disampaikan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. bertepatan dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-8 media siber Memorandum.disway.id.

Atas nama keluarga besar Kodam V/Brawijaya, jenderal bintang dua itu melayangkan ucapan selamat terdalam sekaligus menaruh harapan tinggi bagi eksistensi gerbong Memorandum.disway.id ke depan.

"Delapan tahun merupakan perjalanan yang tidak singkat dalam belantara dunia jurnalistik yang penuh dengan dinamika dan tantangan zaman. Kami berharap Memorandum.disway.id terus tumbuh menjadi media yang profesional, independen, tepercaya, serta senantiasa menyodorkan informasi yang akurat, mencerdaskan, dan menjadi lem perekat persatuan bangsa," terang Pangdam V/Brawijaya.

BACA JUGA:HUT Memorandum Online, Advokat Jhon A. Christiaan: Media Harus Cepat, Akurat dan Menjaga Integritas


Gempur Rokok Illegal--

Pangdam mengulas, tantangan bangsa hari ini tidak lagi berupa agresi fisik kasat mata, melainkan serangan asimetris terhadap cara berpikir masyarakat.

Media massa diwajibkan pasang badan menjadi "penjaga akal sehat publik" guna menetralisasi rupa-rupa sebaran hoaks, disinformasi, kampanye hitam, hingga propaganda war of minds yang sengaja diproduksi aktor eksternal untuk melahirkan polarisasi sosial dan mendelegitimasi kepercayaan rakyat terhadap negara.

BACA JUGA:Didik Farkhan Alisyahdi, Mantan Wartawan Memorandum Dapat Promosi Jabatan Sesjampidsus Kejaksaan Agung

Khusus untuk Jawa Timur yang menjadi pilar penopang kekuatan nasional dengan karakteristik keberagaman kultur, suku, dan agama yang kental, insan pers memikul tanggung jawab moral raksasa.

Sumber:

Berita Terkait