Dukung Pemkab, KCM Situbondo Wadahi Karya Film Sineas Lokal
Head of Business KCM Situbondo, Satrionie.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kota Cinema Mall (KCM) Situbondo akan menayangkan film karya sineas lokal untuk pertama kalinya sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif daerah dan pengembangan potensi perfilman lokal.
Head of Business KCM Situbondo, Satrionie, mengatakan penayangan perdana tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Berdasarkan data yang diterima dari tim sineas, puluhan kursi studio telah dipesan oleh penonton.
“Untuk penayangan perdana ini, antusiasme penonton yang sudah melakukan booking sekitar lima puluhan seat. Kapasitas studio kami sendiri berkisar antara 140 hingga 170 kursi. Kami optimistis angka ini akan terus bertambah menjelang hari penayangan pada 13 Juni 2026 mendatang,” ujar Satrionie, Minggu 7 Juni 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Program tersebut akan menampilkan satu film kompilasi produksi Sineas Situbondo yang berisi enam film pendek dalam satu rangkaian tayangan berdurasi lebih dari satu jam.
Meski berupa film pendek, seluruh karya yang ditampilkan telah disiapkan sesuai standar penayangan bioskop.
Satrionie menjelaskan inisiatif tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Situbondo di bawah kepemimpinan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah.
“Program KCM untuk mengangkat produksi film daerah adalah sumber utama kami. Kebetulan, visi dan misi Pak Bupati serta Bu Wabup sangat selaras dengan KCM. Karena KCM memiliki wadahnya dan kebijakan pemerintah juga mendukung hal yang sama, akhirnya kita bisa berjalan bersama,” pungkasnya.
BACA JUGA:DPUPR Magetan Gelar Bimtek Sumur Air Tanah Dalam Bersama HIPPA

Gempur Rokok Illegal--
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Situbondo, Sugiyono, menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah penting untuk mewadahi dan meningkatkan kreativitas sineas muda daerah.
“Menciptakan ekosistem untuk meningkatkan kreativitas para sineas muda Situbondo ini menurut saya sesuatu yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Sugiyono menyadari peningkatan kualitas perfilman membutuhkan proses yang tidak instan.
Namun, menurutnya langkah awal yang telah berjalan saat ini menjadi fondasi kuat bagi perkembangan industri kreatif daerah.
Ia optimistis film lokal yang mengangkat potensi alam dan budaya Situbondo dapat memperluas promosi daerah hingga tingkat nasional.
“Ya jelas, fungsi daripada sinema itu informasi iya, edukasi iya, hiburan iya. Lalu dalam saat yang sama bisa menjadi kontrol sosial sebagai kritik terhadap siapapun,” bebernya.
Pemerintah daerah berharap program pembinaan dan produksi film tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain menghasilkan karya seni, ekosistem perfilman daerah diyakini mampu memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Jadi kalau ini terus berlanjut, para sineas muda ini tidak cuma berpengaruh (di dunia seni), tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Situbondo,” katanya. (fbr)
Sumber:









