STIT Al Hadi Bojonegoro Resmi Berdiri, Cetak Pendidik Islam Berkualitas dan Berdaya Saing
Penyerahan izin operasional STIT Al Hadi Bojonegoro oleh Kementerian Agama.--
BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Hadi Bojonegoro resmi memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 534 Tahun 2026, sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Kabupaten Bojonegoro.
Penyerahan izin operasional dilakukan langsung oleh M. Arskal Salim GP kepada KH. M. Ghufron Umar selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al Hadi dan M. Miftahul Huda sebagai Ketua STIT Al Hadi Bojonegoro.
Momentum tersebut menjadi tonggak sejarah lahirnya kampus Islam baru yang berakar kuat pada tradisi pesantren dan siap berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan Islam.
Berlokasi di Jalan Dr. Soetomo Gang 02 Pengkok, Padangan, Bojonegoro, STIT Al Hadi Bojonegoro hadir di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al Hadi.
BACA JUGA:Polres Bojonegoro Raih Tiga Penghargaan Usai Catat Nilai Sempurna IKPA 2025

Mini Kidi Wipes.--
Kampus ini mengusung konsep pendidikan yang memadukan kekayaan khazanah pesantren dan kajian turats dengan pendekatan pendidikan tinggi modern yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Ketua STIT Al Hadi Bojonegoro, M. Miftahul Huda, M.Kom., menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin operasional tersebut.
Menurutnya, kehadiran STIT Al Hadi merupakan bentuk ikhtiar untuk memperluas akses pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, terjangkau, dan berkarakter.
"Terbitnya izin operasional ini menjadi awal dari pengabdian yang lebih luas dalam mencetak generasi pendidik Islam yang kompeten, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Kami berharap STIT Al Hadi dapat menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman yang memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya, Jumat 5 Juni 2026.
Pada tahap awal, STIT Al Hadi Bojonegoro membuka dua program studi unggulan, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Kedua program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan tenaga pendidik profesional yang memiliki kompetensi akademik, pedagogik, serta penguatan karakter keislaman.
Program Studi Pendidikan Agama Islam dipersiapkan untuk melahirkan calon guru agama Islam yang mampu mengajar di madrasah maupun sekolah umum.
Selain itu, lulusan PAI juga memiliki peluang karier sebagai penyuluh agama, peneliti pendidikan Islam, hingga melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab berfokus pada penguatan kemampuan bahasa Arab aktif dan metodologi pembelajaran yang profesional.
Lulusan program ini berpeluang berkarier sebagai guru bahasa Arab, penerjemah, maupun tenaga pendidik di berbagai lembaga pendidikan Islam tingkat nasional dan internasional.
Lebih dari sekadar tempat menempuh pendidikan tinggi, STIT Al Hadi Bojonegoro berkomitmen membangun generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter dan akhlak.
Kurikulum yang diterapkan berbasis KKNI Level 6 sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan pendidikan masa kini.
Selain itu, biaya pendidikan yang terjangkau menjadi salah satu bentuk komitmen kampus dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi Islam berkualitas tanpa terbebani biaya yang tinggi.
BACA JUGA: Tinjau SPMB di Ngawi, Gubernur Khofifah Pastikan Verifikasi data Siswa Berjalan Baik
Saat ini STIT Al Hadi Bojonegoro telah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.
Pendaftaran Gelombang I berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2026 dengan fasilitas bebas biaya pendaftaran.
Kesempatan ini terbuka bagi lulusan pesantren, madrasah, SMA maupun SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan suasana akademik yang religius dan berbasis nilai-nilai Islam.
Ke depan, STIT Al Hadi Bojonegoro menargetkan penguatan tata kelola dan peningkatan mutu akademik menuju standar akreditasi nasional.
Dengan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, kampus ini diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi Islam yang unggul, terpercaya, dan mampu melahirkan generasi pendidik profesional bagi Bojonegoro, Jawa Timur, dan Indonesia. (top)
Sumber:









