TTL Kolaborasi dengan Aptrindo Perkuat Kelancaran Arus Logistik Booking Sistem
PT Terminal Teluk Lamong menerima kunjungan APTRINDO Surabaya untuk memperkuat sinergi logistik.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menerima kunjungan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPC Aptrindo Kota Surabaya, Kamis 4 Juni 2026.
Kegiatan ini dalam forum dialog dan diskusi guna memperkuat sinergi antar pelaku ekosistem logistik serta meningkatkan kualitas layanan terminal
Audiensi yang berlangsung di Kantor PT Terminal Teluk Lamong tersebut dihadiri Ketua DPC Aptrindo Kota Surabaya, I Wayan Sumadita, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, Terminal Head TPK Teluk Lamong, Pierre Rochel Tumbol, beserta jajaran pengurus dan anggota DPC APTRINDO Kota Surabaya.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai isu operasional yang menjadi perhatian pengguna jasa.
BACA JUGA:Kapal MV WANTAI Masuk Teluk Lamong, Jalur Dagang Surabaya–China Kian Cepat

Mini Kidi Wipes.--
Isu yang dibahas meliputi pola kedatangan kendaraan, kepadatan arus truk pada periode tertentu, serta berbagai upaya bersama untuk meningkatkan kelancaran distribusi logistik di Jawa Timur.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait menegaskan bahwa TTL terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan layanan terminal mampu mengakomodasi pertumbuhan arus logistik yang semakin meningkat.
"Aptrindo merupakan mitra strategis dalam rantai pasok logistik nasional. Karena itu, masukan dari para pelaku usaha trucking menjadi bagian penting dalam evaluasi dan pengembangan layanan terminal. Kami percaya peningkatan kinerja logistik hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh pihak dalam ekosistem pelabuhan," ujar David.
David menjelaskan bahwa dari sisi kapasitas, Terminal Petikemas Teluk Lamong masih memiliki ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan arus barang.
Dengan kapasitas lapangan penumpukan mencapai 1,4 juta TEUs per tahun, dukungan fasilitas gate modern, serta peralatan bongkar muat berbasis otomasi, fokus utama saat ini adalah memastikan distribusi kedatangan truk berlangsung lebih merata sesuai kapasitas operasional terminal.
"Yang perlu kita kelola bersama bukan hanya kapasitas terminal, tetapi pola kedatangan kendaraan. Ketika sebagian besar truk datang pada slot waktu yang sama, maka potensi antrean akan meningkat meskipun kapasitas terminal masih tersedia. Karena itu, kedisiplinan terhadap jadwal kedatangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran layanan," tambahnya.
Sebagai bagian dari transformasi operasional, PT Terminal Teluk Lamong telah menerapkan Terminal Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026.
Sistem tersebut mengatur kedatangan kendaraan berdasarkan slot waktu operasional selama empat jam sehingga distribusi arus truk menjadi lebih seimbang sepanjang hari.
Saat ini, tingkat kepatuhan kedatangan sesuai slot yang telah dibooking masih sekitar 33 persen.
BACA JUGA: Pencuri Komponen Traffic Light Karang Tembok Surabaya Ditangkap, Warga Wonokusumo Jadi Tersangka

Gempur Rokok Illegal--
Sementara itu, sisanya masih datang lebih awal maupun lebih lambat dari jadwal yang dipilih.
Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu meskipun kapasitas terminal secara keseluruhan masih memadai.
Oleh karena itu, TTL bersama APTRINDO mendorong peningkatan disiplin operasional agar manfaat implementasi TBS dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh pengguna jasa.
Melalui implementasi TBS, terminal dapat mengoptimalkan utilisasi peralatan, mengurangi potensi antrean di area gate, meningkatkan produktivitas layanan, sekaligus memberikan kepastian waktu pelayanan bagi pengguna jasa.
Selain itu, TTL juga telah menyediakan Green Shelter atau Waiting Area yang mampu menampung hingga 66 truk.
Fasilitas tersebut berfungsi sebagai area tunggu yang nyaman bagi pengemudi sebelum memasuki terminal sesuai jadwal layanan yang telah ditentukan.
Keberadaan fasilitas itu juga membantu mengurangi kepadatan kendaraan di area operasional dan akses menuju terminal. (rio)
Sumber:









