Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

Deep Talk dan Night Thoughts Sering Terjadi di Malam Hari, Ternyata Ini Penyebabnya

Deep Talk dan Night Thoughts Sering Terjadi di Malam Hari, Ternyata Ini Penyebabnya

Ilustrasi--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pernahkah kamu merasa lebih nyaman dengan suasana malam hari dibanding siang hari? Segala aktivitas seperti belajar, mendengarkan musik, hingga merenung terasa lebih menyenangkan ketika matahari sudah terbenam.

Tak jarang, banyak orang menyebut waktu di atas pukul 9 malam sebagai “jam rawan” atau night thoughts. Pada jam-jam seperti ini, seseorang biasanya lebih emosional sehingga banyak yang menyarankan untuk tidak terburu-buru memposting sesuatu di media sosial karena bisa memicu penyesalan keesokan harinya.

BACA JUGA:Kenapa Sering Overthinking di Malam Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Mini Kidi Wipes.--

Di waktu malam pula, seseorang cenderung meratapi kesalahan di masa lalu, merasa cemas terhadap masa depan, hingga tiba-tiba ingin melakukan deep talk atau mengungkapkan perasaan kepada orang terdekat. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut penjelasannya.

1. Penurunan Fungsi Kontrol Diri

Sepanjang hari, bagian otak bernama prefrontal cortex yang berfungsi sebagai pusat logika, perencanaan, dan pengendalian diri terus bekerja menyaring apa yang dipikirkan maupun diucapkan. Ketika malam tiba, otak mulai lelah sehingga emosi dan perasaan yang biasanya dipendam menjadi lebih mudah keluar begitu saja.


Gempur Rokok Illegal--

2. Peningkatan Hormon Melatonin dan Suasana Hening

Pada malam hari, tubuh memproduksi hormon melatonin yang membuat tubuh lebih rileks dan tenang. Ditambah lagi, suasana malam yang cenderung hening membuat distraksi dari dunia luar berkurang. Fokus yang sebelumnya tertuju pada pekerjaan atau aktivitas serius perlahan berubah menjadi refleksi terhadap diri sendiri. Kondisi ini menciptakan ruang aman secara mental untuk mengeksplorasi emosi lebih dalam.

BACA JUGA:Tangan Tiba-Tiba Kesemutan? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan

3. Teori “The Dark of Night”

Secara psikologis, kegelapan dapat memberikan rasa anonimitas dan keintiman semu. Dalam suasana remang atau gelap, seseorang sering merasa lebih terlindungi secara emosional karena minimnya interaksi langsung maupun kontak mata dengan lingkungan sekitar. Hal inilah yang membuat seseorang menjadi lebih berani menunjukkan sisi rentan (vulnerability) tanpa merasa sedang oversharing.

4. Dorongan Mencari Koneksi Emosional

Sumber: