Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

Heboh Teror Pocong Viral, DPRD Surabaya Desak Edukasi Siber Masif

Heboh Teror Pocong Viral, DPRD Surabaya Desak Edukasi Siber Masif

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi mendorong literasi digital warga diperkuat. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Jagat media sosial baru-baru ini digemparkan oleh beredarnya visual mencekam mengenai teror pocong di sejumlah sudut Kota SURABAYA yang sempat memicu kepanikan warga. Namun, setelah ditelusuri lebih mendalam, dokumentasi yang meresahkan tersebut dipastikan murni merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan, artificial intelligence (AI) dan bukan peristiwa nyata.

Menanggapi fenomena tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi, memberikan atensi khusus. Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi alarm keras sekaligus peringatan penting mengenai masih rendahnya tingkat literasi siber di kalangan masyarakat urban.

BACA JUGA:Tanggapi Isu Teror Pocong, Cak Ji: Kalau Betulan Ada, Saya Datangi Langsung


Mini Kidi Wipes.--

“Kasus ini menunjukkan bahwa teknologi bisa digunakan untuk hal positif maupun negatif. Ketika masyarakat langsung percaya tanpa verifikasi, maka informasi palsu sangat mudah menciptakan kepanikan,” ujar Kahfi pada Senin 1 Juni 2026.

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa penyebaran produk digital manipulatif yang memicu kecemasan kolektif tidak dapat dianggap sepele atau sekadar lelucon musiman.

BACA JUGA:Hoax! Teror Pocong Jadi-jadian, Ini Penjelasan Polres Ngawi

Menurutnya, setiap pergerakan di dunia maya yang berpotensi mengikis stabilitas keamanan warga harus direspons serius oleh pemangku kebijakan.

“Kalau sudah menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban masyarakat, tentu ini bukan lagi persoalan iseng. Ada dampak sosial yang harus menjadi perhatian bersama,” tutur mantan aktivis tersebut.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Azhar Kahfi mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beserta jajaran aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan preventif yang konkret. Salah satu langkah mendesak yang ia usulkan adalah memperluas program edukasi siber secara masif ke berbagai lapisan komunitas. 

BACA JUGA:Heboh Isu Pocong Ketuk Pintu di Surabaya, DPRD Minta Warga Hidupkan Siskamling

Tujuannya agar warga tidak mudah terombang-ambing oleh konten spekulatif dan membekali masyarakat kemampuan membedakan informasi asli dan hasil manipulasi digital, mengingat teknologi AI kini semakin mudah diakses.

Kendati mengkritik dampak negatif konten tersebut, legislator muda ini tetap mengapresiasi daya cipta dan kreativitas arek-arek Surabaya dalam mengeksplorasi jagat digital. Kendati demikian, ia memberi catatan tebal bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batasan moral dan hukum.

“Kreativitas adalah hal positif, namun kebebasan berekspresi tetap harus dibatasi oleh kenyamanan orang lain. Dengan ini, kami mengimbau seluruh warga untuk menghentikan pembuatan konten ‘pocong’, baik fisik maupun AI, di area publik atau permukiman,” tegas Kahfi.

Sumber:

Berita Terkait