Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

JKN Jadi Penopang Pemulihan, Suwandi Rasakan Manfaat Perlindungan Kesehatan

JKN Jadi Penopang Pemulihan, Suwandi Rasakan Manfaat Perlindungan Kesehatan

Suwandi menjalani perawatan medis dengan dukungan Program Jaminan Kesehatan Nasional.--

KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang pemulihan kesehatan Suwandi (62), warga Kabupaten Kediri yang kembali menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul setelah mengalami penurunan kondisi pascaoperasi usus buntu.

Setelah operasi, kondisi Suwandi belum juga membaik. Ia merasa tubuhnya lemas, nafsu makan menurun, dan kerap mengalami mual.

Keadaan itu membuat keluarganya kembali membawa Suwandi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Awalnya saya lemas setelah operasi usus buntu. Setelah itu juga susah makan dan sering merasa mual. Kondisi badan semakin melemah, akhirnya saya dibawa ke rumah sakit lagi dan setelah diperiksa ternyata terkena tifus,” ujar Suwandi, Minggu 31 Mei 2026.

BACA JUGA:Satlantas Polres Kediri Kota Patroli Harkamtibmas dan Atur Lalu Lintas Antisipasi Balap Liar


Mini Kidi Wipes.--

Dokter masih melakukan pemantauan terhadap kondisi Suwandi. Rasa lemas yang dialaminya dipengaruhi kurangnya asupan gizi karena ia sulit makan selama hampir satu bulan.

“Sekarang masih belum bisa makan banyak, hanya sedikit-sedikit karena perut masih terasa tidak nyaman dan kadang masih mual. Sampai sekarang pencernaan saya juga belum kembali normal,” tuturnya.

Di tengah kondisi kesehatannya yang belum stabil, Suwandi merasa terbantu dengan adanya Program JKN.

Ia mengaku tidak lagi dibebani kekhawatiran terhadap biaya pelayanan kesehatan selama menjalani perawatan sesuai prosedur yang berlaku.

Bagi Suwandi, pengalaman menggunakan JKN memberikan kesan tersendiri.

Ia menilai pelayanan yang diterima berjalan baik dan tidak ada perbedaan perlakuan antara peserta JKN dan pasien umum.

“Tidak ada biaya tambahan yang dibebankan lagi. Dulu saya terdaftar di kepesertaan mandiri kelas tiga dan sekarang pindah kelas satu. Jadi saat rawat inap, saya bisa mendapatkan kelas perawatan sesuai hak kepesertaan saat ini. Pelayanan yang diberikan juga sangat baik dan tidak pernah merasa dibedakan,” jelasnya.

BACA JUGA:May Day 2026 di Kota Mojokerto, Ribuan Buruh dan Pengusaha Jalan Sehat Bersama


Gempur Rokok Illegal--

Suwandi menuturkan, seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN.

Meski berasal dari segmen kepesertaan yang berbeda, ia menilai Program JKN tetap memberikan akses pelayanan kesehatan yang layak bagi seluruh peserta.

“Jadi satu keluarga memang sudah punya JKN semua. Hanya saja berbeda jenisnya. Ada yang mandiri, ada yang ditanggung dari perusahaan, dan ada juga yang dapat bantuan dari pemerintah. Meski begitu, pelayanan yang diterima tetap sama dan tidak ada perbedaan,” pungkasnya.

Pengalaman kembali menjalani perawatan membuat Suwandi semakin memahami pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan JKN.

Ia berharap masyarakat tidak menunggu sakit untuk memastikan perlindungan kesehatannya, sebab manfaat JKN dapat menjadi penopang ketika pelayanan medis benar-benar dibutuhkan.

Selain mendapatkan pelayanan kesehatan, Suwandi juga memperoleh edukasi dari petugas BPJS SATU mengenai kemudahan layanan digital BPJS Kesehatan.

Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengecek status kepesertaan, memperbarui data, hingga mengambil antrean online ketika berobat ke fasilitas kesehatan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses layanan JKN secara lebih mudah. 

Sumber: