Sering Dihindari! Daging Kambing Bukan Penyebab Tensi Tinggi, Ini Penjelasannya
Olahan daging sapi--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha yang tinggal menghitung hari, masyarakat biasanya mulai bersiap menyambut tradisi berbagi dan mengolah daging kurban. Tak heran, sekitar seminggu setelah perayaan, stok daging sapi maupun kambing di rumah masih melimpah dan diolah menjadi berbagai menu lezat seperti sate, gulai, tongseng, hingga sop.
Namun di balik nikmatnya hidangan khas Idul Adha, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa daging kambing menjadi penyebab utama darah tinggi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
BACA JUGA:Penyebab Daging Kurban Keras dan Alot, Ternyata Bukan karena Jenis Sapinya Tapi karena Ini!

Mini Kidi Wipes.--
Dilansir dari berbagai sumber, faktanya, daging kambing bukan pemicu langsung naiknya tekanan darah. Lonjakan tensi yang sering terjadi setelah menyantap sate atau gulai kambing umumnya dipengaruhi oleh faktor lain, seperti penggunaan garam berlebih, penyedap rasa atau MSG, kandungan lemak jenuh dari gajih, hingga proses memasak dengan cara dibakar terlalu gosong.
Bahkan, dibandingkan daging sapi, daging kambing diketahui memiliki kandungan lemak dan kalori yang cenderung lebih rendah. Karena itu, penderita hipertensi sebenarnya tetap bisa menikmati olahan kambing selama diolah dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.
BACA JUGA:DKP3 Pasuruan Gelar Bimtek dan Siagakan 100 Pengawas, Pastikan Daging Kurban Aman dan Halal

Gempur Rokok Illegal--
Agar tetap aman dan nyaman saat menikmati hidangan daging kurban, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan. Pertama, pilih potongan daging tanpa lemak dan buang bagian gajih putih sebelum dimasak. Cara ini membantu mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol.
Selain itu, konsumsi daging sebaiknya dibarengi dengan sayuran segar seperti mentimun, tomat, atau bawang merah. Kandungan serat dalam sayuran dipercaya membantu menghambat penyerapan kolesterol di tubuh. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi penggunaan garam, kecap, maupun penyedap rasa secara berlebihan pada bumbu masakan. Sebab, kandungan natrium yang tinggi lebih berpotensi memicu kenaikan tekanan darah dibanding dagingnya sendiri.
BACA JUGA:Daging Kurban Bau Prengus? Ini Cara Menghilangkannya dengan Mudah
Tak kalah penting, hindari mengonsumsi sate atau daging bakar yang terlalu gosong. Bagian hitam hasil pembakaran mengandung radikal bebas yang dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Untuk membantu metabolisme tubuh tetap lancar, minum air putih hangat atau teh tawar setelah makan juga bisa menjadi pilihan sederhana.
Dengan pola pengolahan yang sehat dan konsumsi yang tidak berlebihan, masyarakat tidak perlu takut menikmati olahan daging kambing saat Idul Adha. Kuncinya bukan pada jenis dagingnya, melainkan cara memasak dan pola makan secara keseluruhan.
Sumber:







