Gangguan Makan Binge Eating dan Anoreksia Makin Banyak Dibahas, Ini Perbedaannya
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gangguan makan seperti binge eating disorder dan anoreksia nervosa kini semakin banyak diperbincangkan, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa. Meski sama-sama termasuk eating disorder, kedua kondisi ini memiliki pola yang berbeda dan dapat berdampak serius pada kesehatan fisik maupun mental.
Binge eating disorder merupakan kondisi ketika seseorang makan dalam jumlah sangat banyak dalam waktu singkat dan sulit mengontrol keinginan untuk berhenti makan. Penderitanya juga kerap merasa bersalah, malu, atau stres setelah makan berlebihan. Sementara anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang membuat seseorang membatasi asupan makanan secara ekstrem karena takut berat badan naik.
BACA JUGA:Tips Mengatasi Gangguan Tidur dengan Kebiasaan Sederhana dan Alat Bantu Efektif

Mini Kidi Wipes.--
Menurut informasi dari Halodoc, binge eating disorder biasanya ditandai dengan makan sangat cepat, makan dalam porsi besar meski tidak lapar, hingga kebiasaan makan diam-diam karena malu dengan pola makannya sendiri.
Di sisi lain, anoreksia nervosa membuat penderitanya terobsesi menjadi kurus. Kondisi ini sering ditandai dengan melewatkan waktu makan, olahraga berlebihan, hingga rasa takut ekstrem terhadap kenaikan berat badan.
Alodokter menjelaskan bahwa anoreksia nervosa dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti tubuh lemas, tekanan darah rendah, rambut rontok, gangguan jantung, hingga kerusakan organ apabila terjadi dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Bahaya Konsumsi Saus Berlebihan Bisa Picu Hipertensi Dan Gangguan Jantung

Gempur Rokok Illegal--
Psikolog klinis menyebut gangguan makan bukan sekadar persoalan pola makan, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis, tekanan sosial, dan body image. Media sosial juga dinilai ikut mempengaruhi munculnya gangguan makan karena banyaknya standar tubuh ideal yang beredar di internet.
“Banyak orang menganggap ini hanya soal diet atau kebiasaan makan biasa, padahal eating disorder bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan fisik,” tulis penjelasan dalam artikel Halodoc.
BACA JUGA:Doa Memohon Perlindungan Allah SWT dari Gangguan Sihir
Gangguan makan binge eating maupun anoreksia sama-sama membutuhkan penanganan profesional. Penanganan dapat dilakukan melalui terapi psikologis, pendampingan nutrisi, hingga pemeriksaan medis sesuai kondisi masing-masing pasien.
Kesadaran mengenai gangguan makan juga dinilai penting agar masyarakat tidak lagi menganggap perilaku makan ekstrem sebagai hal normal. Jika muncul tanda-tanda seperti takut makan berlebihan, obsesi terhadap berat badan, atau pola makan tidak terkontrol yang berlangsung terus-menerus, konsultasi dengan tenaga profesional menjadi langkah yang dianjurkan.
Sumber:







