Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Disnak Jombang Sisir Lapak Hewan Kurban, Pastikan Bebas PMK dan Antraks

Disnak Jombang Sisir Lapak Hewan Kurban, Pastikan Bebas PMK dan Antraks

Disnak Kabupaten Jombang mulai bergerak melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran hewan kurban--

JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten JOMBANG mulai bergerak melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran hewan kurban. Sejumlah lapak penjualan hewan kurban di berbagai wilayah disasar untuk memastikan hewan yang dipasarkan kepada masyarakat benar-benar sehat dan memenuhi syarat kurban.

Kepala Dinas Peternakan Jombang Moch Saleh turun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi penjualan hewan kurban. Salah satu yang didatangi yakni lapak Dita Farm milik H Mustofa di Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang.

BACA JUGA:Jelang Iduladha, Bhabinkamtibmas Polsek Tandes Sambangi Lapak Hewan Kurban


Mini Kidi Wipes.--

Tak sekadar melihat kondisi lapak, tim Disnak juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan yang dijual. Tim yang terdiri dari dokter hewan dan petugas teknis lapangan melakukan pengecekan fisik, kesehatan, hingga administrasi hewan.

Dalam pemeriksaan di lokasi tersebut, tercatat ada 19 ekor sapi, 97 ekor kambing, dan 13 ekor domba yang diperiksa petugas.

BACA JUGA:Lamongan Kantongi Stok Sapi Kurban Terbesar di Jatim Jelang Iduladha 1447 H

Hasilnya, seluruh hewan dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban. Petugas juga menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti bahwa hewan telah lolos pemeriksaan.

Kepala Disnak Jombang Moch Saleh mengatakan, pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi peredaran hewan kurban yang sakit maupun tidak memenuhi ketentuan syariat.

“Kami turun melakukan sidak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Fokus kami memastikan hewan kurban yang dijual sehat, memiliki SKKH dan layak secara fisiologis untuk dijadikan hewan kurban,” katanya.

BACA JUGA:DKP3 Kabupaten Pasuruan Kerahkan 100 Pengawas Hewan Kurban

Menurut Saleh, pemeriksaan dilakukan secara detail karena menjelang Idul Adha kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban meningkat signifikan. Kondisi itu berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjual hewan yang kualitasnya kurang baik.

“Kami tidak hanya melihat fisiknya sekilas, tetapi ada pemeriksaan mulai mata, hidung, mulut, kondisi kuku hingga gejala penyakit tertentu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, petugas secara khusus mengantisipasi potensi penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Antraks.

Sumber: