Kurban Digital Makin Populer, Pakar Unair Ingatkan Nilai Spiritual Tetap Dijaga
Ilustrasi layanan kurban digital yang semakin diminati masyarakat menjelang Iduladha.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Tren kurban digital semakin diminati masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha melalui platform e-commerce, fintech syariah, dan lembaga zakat yang menyediakan layanan pembelian hingga penyaluran hewan kurban secara online, Minggu 24 Mei 2026.
Dosen Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tika Widiastuti, mengatakan perkembangan kurban digital menunjukkan ekonomi syariah mulai beradaptasi dengan teknologi modern.
"Perkembangan platform kurban digital cukup pesat karena didukung literasi digital masyarakat, kemudahan pembayaran online, dan tren filantropi Islam berbasis aplikasi," kata Prof Tika.
BACA JUGA:Sapi Simental Jaguar Asal Situbondo Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Mini Kidi Wipes.--
Menurutnya, kurban digital diperbolehkan secara syariah selama memenuhi rukun dan syarat kurban, terutama terkait akad wakalah atau pelimpahan kuasa kepada platform untuk membeli, menyembelih, dan mendistribusikan hewan kurban.
Namun, ia mengingatkan masih ada perbedaan pandangan ulama terkait pentingnya penyaksian langsung proses penyembelihan.
Karena itu, platform digital diminta lebih transparan dengan menyediakan dokumentasi hingga layanan siaran langsung penyembelihan.

Gempur Rokok Illegal--
Prof Tika juga menilai regulasi pengawasan syariah perlu diperkuat untuk menjaga kejelasan akad, keamanan transaksi, dan perlindungan konsumen.
Di sisi lain, kurban digital dinilai mampu memperluas distribusi hewan kurban ke daerah terpencil sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
Meski demikian, platform digital diminta tetap melibatkan peternak lokal agar tidak kalah bersaing dengan pemasok besar.
"Peternak lokal harus tetap menjadi bagian utama dalam rantai ekonomi kurban digital," pungkasnya. (ain)
Sumber:







