Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

PTKK Jatim Latih Siswa SMK dengan Standar Industri Modern

PTKK Jatim Latih Siswa SMK dengan Standar Industri Modern

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai meninjau pelatihan vokasi di UPT PTKK Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Pendidikan Jawa Timur mendorong UPT Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kerja (PTKK) menjadi pusat pelatihan vokasi modern bagi siswa SMK dengan menghadirkan pengalaman industri nyata, Minggu 24 Mei 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pelatihan di UPT PTKK harus memiliki nilai lebih dibandingkan dengan pembelajaran praktik di sekolah.

Menurutnya, siswa SMK telah mendapatkan teori dan dasar praktik di sekolah masing-masing, sehingga PTKK harus menjadi tempat penguatan keterampilan dengan fasilitas dan pendekatan yang lebih modern.

BACA JUGA:Komitmen Pendidikan Surabaya, Komisi D Dorong Tambahan 3 Ribu Guru dan Kawal Ketat Proyek SMPN Baru


Mini Kidi Wipes.--

"Di sini adalah penguatan praktik secara langsung dengan alat yang mungkin berbeda dengan yang ada di sekolah mereka," ujar Aries.

Sebanyak 60 siswa SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti pelatihan vokasi yang mencakup kompetensi Teknik CNC Milling, CNC Bubut, Teknik Pengelasan, hingga Teknik Sepeda Motor.

Pelatihan tersebut dirancang untuk mendekatkan siswa dengan standar kerja industri yang sesungguhnya.

Aries menilai, masih banyak sekolah menghadapi keterbatasan alat praktik dan sebagian mesin yang tersedia tidak lagi optimal digunakan. Karena itu, keberadaan UPT PTKK diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut.

"Jangan sampai tempat ini tidak ada bedanya dengan lingkungan sekolah. Harus ada kelebihan dari proses yang mereka alami di UPT PTKK ini," tegasnya.

Selain fasilitas, Aries juga menyoroti pentingnya kualitas instruktur dalam membentuk kompetensi siswa.

Menurutnya, suasana belajar di PTKK harus memberikan pengalaman baru melalui metode pengajaran yang lebih aplikatif.


Gempur Rokok Illegal--

Siswa yang biasanya belajar bersama guru sekolah kini mendapat kesempatan belajar langsung dari instruktur industri.

Instruktur Teknik Mesin Industri ITS sekaligus pengajar pelatihan CNC di UPT PTKK, Sajidin menjelaskan, pelatihan CNC berlangsung selama enam hari dengan materi mulai software desain, simulasi proses perautan, pengaturan mesin, hingga praktik langsung menggunakan mesin milling dan bubut CNC.

Ia menambahkan, siswa juga diminta menyelesaikan proyek secara mandiri agar terbiasa menghadapi tantangan dunia kerja.

"Materi ini untuk pemahaman dasar. Kalau kebutuhan industri, keilmuan ini akan terus berkembang dan butuh waktu cukup panjang," pungkasnya. (ain)

 
 

Sumber: