Nuansa Sulawesi dan Kearifan Lokal Warnai Wisuda Unikama di Malang
Jumat 22-05-2026,16:57 WIB
Reporter:
Edy Riawan|
Editor:
Udin
Rektor Unikama Prof Dr Sudi Dul Aji MSi--
MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Nuansa dan dekorasi Sulawesi mewarnai prosesi wisuda Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dan Dies Natalis ke-69 kampus, Sabtu besok, 23 Mei 2026.
Rangkaian Dies Natalis tersebut menghadirkan sejumlah kegiatan unik dan kreatif, salah satunya fashion show berbahan daur ulang sebagai kampanye Green Campus ramah lingkungan.
Momentum itu tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga penegasan komitmen kampus dalam mencetak lulusan berintegritas, berdaya saing global, dan tetap berpijak pada kearifan lokal.
Rektor Unikama, Prof Dr Sudi Dul Aji MSi menjelaskan semangat wisuda sejalan dengan tema Dies Natalis ke-69 Unikama, yakni "Bertindak Lokal, Berwawasan Global, dan Harmoni dalam Multikultural".
"Mahasiswa kami berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di situlah pentingnya harmoni dan kebersamaan dibangun. Ada integritas, inovasi, dan semangat gotong royong yang terus kami dorong," terang Prof Sudi Dul Aji, Jumat 22 Mei 2026.
Menurutnya, Unikama merupakan miniatur Indonesia karena dihuni mahasiswa dari berbagai daerah mulai Sumatera hingga Papua. Karena itu, nilai kebersamaan, integritas, dan inovasi menjadi pondasi utama yang terus dibangun kampus.
Salah satu ciri khas lulusan Unikama ialah pemahaman terhadap kearifan lokal yang diterapkan dalam proses pendidikan.
Hal tersebut dilakukan agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat saat terjun ke masyarakat maupun dunia kerja.
"Setidaknya mempunyai jiwa kebersamaan, tanggung jawab, dan gotong royong. Itu yang menjadi ciri lulusan Unikama," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja berdasarkan hasil tracer study menunjukkan capaian positif.
Gempur Rokok Illegal--
Sebanyak 61 persen dari 450 lulusan Unikama telah bekerja, 31 persen belum bekerja, dan sekitar 4 persen melanjutkan studi. Masa tunggu lulusan untuk bekerja sekitar tiga bulan.
Data tersebut menjadi indikator bahwa kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.
Selain itu, kampus juga aktif melakukan kegiatan penghijauan dan penanaman mangrove di kawasan Pantai Selatan sebagai bagian membangun kepedulian lingkungan.
Unikama juga memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah maupun dunia industri melalui sistem SIJARMA atau Sistem Jaringan Kerja Sama.
Program tersebut mencakup pendidikan, pelatihan, hingga pemberdayaan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. (edr)