Hipertensi Jadi Ancaman Serius, BPJS Kesehatan Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat
Ilustrasi--
MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Di tengah aktivitas yang serba cepat, banyak orang merasa tubuhnya masih cukup kuat untuk terus bekerja tanpa henti. Rasa lelah dianggap hal biasa, sakit kepala sering diabaikan, dan tekanan hidup perlahan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Padahal tanpa disadari, tubuh bisa saja sedang memberi tanda adanya gangguan kesehatan yang datang diam-diam, salah satunya hipertensi.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer karena kerap muncul tanpa gejala yang jelas. Banyak penderita baru menyadari dirinya mengalami hipertensi setelah kondisi berkembang menjadi lebih serius dan memicu komplikasi penyakit kronis seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.
BACA JUGA:Perluas Layanan JKN, Faskes Baru Resmi Bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Kediri

Mini Kidi Wipes.--
Momentum Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap bulan Mei menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk mulai lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menjelaskan hipertensi menjadi salah satu penyakit kronis yang memerlukan perhatian serius karena dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.
“Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang membutuhkan terapi jangka panjang seperti cuci darah. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang,” jelas Ita.
BACA JUGA:Tak Perlu Cemas Biaya, Layanan Pemulihan Pasien RSUD dr Sayidiman Magetan Tercover BPJS

Gempur Rokok Illegal--
Gempur Rokok Illegal--
Ia menambahkan, pencegahan hipertensi dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah terdiagnosis hipertensi, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Melalui program tersebut, peserta dapat memperoleh edukasi kesehatan, pemantauan kondisi kesehatan, serta pendampingan agar penyakit tetap terkontrol.
“Selain itu, peserta dengan kondisi hipertensi yang stabil juga dapat memanfaatkan Program Rujuk Balik (PRB), sehingga pelayanan dan pengambilan obat rutin dapat dilakukan di FKTP sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Ita.
BACA JUGA:BPJS Tanpa Kelas Segera Diterapkan, Rumah Sakit di Jatim Khawatir Kapasitas Berkurang
Sumber:








