Jepang Kucurkan Hibah Grassroots, Resmikan Rumah Bersalin di Pelosok Situbondo
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan konjen Jepang Takonai Susumu, saat meresmikan Pustu bersalin.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bupati SITUBONDO, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bersama Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, meresmikan Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, SITUBONDO. Fasilitas ini dibangun untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah pegunungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bondowoso.
Pembangunan fasilitas medis di daerah terpencil ini didanai melalui Program Hibah Grassroots Pemerintah Jepang (Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects).
BACA JUGA:41 Dapur MBG di Situbondo Mangkrak, Satgas Ancam Copot Mitra yang Nakal

Mini Kidi Wipes.--
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyatakan, bahwa rumah bersalin ini menjadi harapan baru bagi warga pedesaan untuk mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah.
"Bantuan ini merupakan wujud nyata persahabatan dan kerja sama internasional yang sangat berarti dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan pedesaan," ujar Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
BACA JUGA:Komisi III DPRD Situbondo Minta DLH Dampingi Pengolahan IPAL Pabrik Kosmetik IBR
Mas Rio menjelaskan, kawasan Desa Curah Tatal memiliki tantangan geografis yang berat karena berada di perbukitan. Keterbatasan fasilitas lokal selama ini memaksa sebagian warga untuk melahirkan di Kabupaten Bondowoso atau bahkan di rumah sendiri.
Data Pemerintah Kabupaten Situbondo menunjukkan tren persalinan warga lokal ke luar daerah, tahun 2024 dari 93 persalinan, 16 ibu melahirkan di Bondowoso. Untuk tahun 2025 dari 96 persalinan, 6 ibu melahirkan di luar daerah. Sedangkan hingga April 2026, dari 43 persalinan, 3 ibu melahirkan di Bondowoso.
BACA JUGA:Sinergi Rutan Situbondo dan Warga Sulap Lahan 1,5 Hektare Jadi Kebun Tembakau Produktif
"Tujuan utama pembangunan rumah bersalin ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka kematian, serta mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Konjen Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, menjelaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Jepang untuk mendukung pembangunan sosial dan kesehatan di daerah berkembang.

Gempur Rokok Illegal--
Sebelumnya, Pustu Curah Tatal kekurangan ruang dan peralatan medis dasar, yang bahkan pernah memicu kasus kematian ibu hamil.
Sumber:









