Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Iduladha 1447 H, Legislator PDIP Minta Kelurahan Proaktif Kawal Lapak Hewan Kurban

Iduladha 1447 H, Legislator PDIP Minta Kelurahan Proaktif Kawal Lapak Hewan Kurban

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno saat meninjau lapak hewan kurban.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penataan lapak penjualan hewan kurban di Kota Pahlawan mulai menjadi sorotan. Sekretaris Komisi A DPRD Kota SURABAYA dari Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, meminta seluruh jajaran aparatur kelurahan dan kecamatan untuk proaktif serta responsif dalam mengawal keberadaan lapak-lapak tersebut.

Sebagai pimpinan komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan, Anas menegaskan bahwa kehadiran negara di tingkat bawah sangat krusial. Perputaran ekonomi warga selama momentum keagamaan ini harus dipastikan berjalan beriringan dengan ketertiban dan estetika kota.

BACA JUGA:Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Pemkot Surabaya Periksa 61 Lapak


Mini Kidi Wipes.--

Langkah pengawasan tersebut ditinjau langsung oleh Anas saat mengunjungi lapak penjualan hewan kurban milik Pak Gani di kawasan Jalan Nginden Semolo, Kamis (21/5). Dalam kunjungan itu, Anas berdialog langsung untuk menyerap dinamika ekonomi yang dihadapi para pelaku usaha kecil.

Kepada legislator, Gani, pedagang yang sudah 30 tahun bertahan berjualan hewan kurban, mengeluhkan adanya penurunan omzet penjualan pada tahun ini.

BACA JUGA:Pemkot Batu Adakan Uji Sehat dan Layak pada Hewan Kurban

"Tahun ini penjualan menurun karena faktor ekonomi, saat ini baru laku sekitar 60-an ekor. Pembeli yang datang mayoritas pelanggan lama sejak saya masih jualan di Baratajaya dulu. Di lokasi baru ini, situasinya memang agak sepi mendekati hari H," ungkap Gani.

Meski dihantam tantangan ekonomi, Gani secara mandiri berinisiatif menjaga kenyamanan warga permukiman padat di sekitar lapaknya. Upaya ini dilakukan demi meminimalisasi dampak lingkungan yang mengganggu masyarakat.

"Setiap sore, bekas sisa pakan langsung kami gunakan untuk menutupi kotoran hewan agar mengurangi bau tajam. Yang paling utama adalah kami pamit, permisi, dan selalu kula nuwun dengan warga sekitar," jelasnya.

BACA JUGA:Hewan Kurban di Lapak Penjualan Sehat dan Layak, DKPP Sumenep Siap Monitor Hingga Iduladha

Melihat komitmen tinggi dari pedagang, Anas Karno menekankan bahwa inisiatif mandiri warga wajib diimbangi dengan pendampingan intensif dari birokrasi lokal. 

Ia mengingatkan agar aparat kelurahan tidak sekadar menyelesaikan urusan di balik meja administratif. Lurah dan camat diharapkan turun ke lapangan untuk memetakan kondisi riil guna mencegah polemik sosial.

"Keberadaan lapak ini sangat membantu ekonomi masyarakat kecil. Oleh karena itu, kelurahan harus hadir memberikan atensi penuh, bukan hanya soal izin lokasi," tegas Anas.

Sumber: