Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Program Kemendikdasmen Disambut Antusias, Ribuan Lulusan SMK Jatim Pilih Kerja ke Luar Negeri

Program Kemendikdasmen Disambut Antusias, Ribuan Lulusan SMK Jatim Pilih Kerja ke Luar Negeri

Mendikdasmen Abdul Mu'ti bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat pelepasan ribuan lulusan SMK kerja ke luar negeri di Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Program kerja dan magang luar negeri bagi lulusan SMK yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) disambut antusias oleh para siswa dan alumni di Jawa Timur. 

Ribuan peserta mulai mempersiapkan diri untuk bekerja di berbagai negara seperti Jepang, Turki hingga Malaysia dengan harapan memperbaiki ekonomi keluarga sekaligus menambah pengalaman internasional.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Gandeng DBL Indonesia, Jalankan Program Super Teacher untuk Tingkatkan Kualitas Pengajar


Mini Kidi Wipes.--

Salah satu peserta, Galang Andi Utomo, lulusan SMK Pelayaran Kristen Tuban, memilih Jepang sebagai negara tujuan untuk bekerja di sektor caregiver atau perawat lansia. Sejak Desember lalu, ia mulai mengikuti pelatihan intensif di lembaga pelatihan kerja.

"Persiapannya saya sudah ikut LPK sekitar 3,5 bulan. Kami belajar huruf Jepang, kosakata, cara menulis kanji, sampai teknik pengelasan," ujar Galang, saat ditemui dalam acara pelepasan 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP bekerja di luar negeri di Islamic Center, Surabaya, Rabu, 20 Mei 2026.

BACA JUGA:Mendikdasmen Pantau TKA di Surabaya, Siswa Sebut Soal Relatif Mudah

Lulusan jurusan Nautika Kapal Niaga itu menuturkan, peserta wajib menguasai bahasa Jepang minimal level N4 sebelum bisa mengikuti tahap wawancara dan pelatihan lanjutan. Setelah dinyatakan lolos, mereka akan menjalani pemantapan bahasa selama tiga bulan sebelum proses keberangkatan.

Galang mengaku ingin membanggakan orang tua dan membantu kondisi ekonomi keluarga melalui program tersebut. Di sekolahnya, sekitar 20 siswa juga tengah fokus mempersiapkan diri bekerja ke Jepang.

Antusiasme serupa datang dari Dwi Sarah Alfitri, lulusan SMKN 1 Batu, yang memilih program magang di Turki pada sektor perhotelan. Menurutnya, sekolah bekerja sama dengan perusahaan untuk mendukung pelatihan hingga proses seleksi peserta.

BACA JUGA:Diknas Tulungagung Sosialisasikan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 Tentang Penugasan Kepala Sekolah

"Kami sudah melewati asesmen fisik seperti sit up, push up, dan lari. Minggu depan mulai kursus bahasa Inggris selama lima bulan dan semuanya gratis," tutur Dwi.

Ia menilai peluang kerja di luar negeri memberikan pengalaman yang lebih luas dengan pendapatan yang lebih tinggi. Para peserta juga harus melalui sejumlah tahapan seleksi mulai dari asesmen fisik, tes psikologi, kursus bahasa hingga medical check up.

Sementara itu, Rizki Tegar Saputra, alumni SMKN 1 Tulungagung, memilih bidang caregiver di Jepang karena terinspirasi dari pengalamannya merawat sang nenek. Saat ini ia menjalani pelatihan di LKP Duta Mandiri Indonesia Tulungagung dan telah mengantongi kemampuan bahasa Jepang level N4 serta sertifikasi Specified Skilled Worker (SSW).

Sumber:

Berita Terkait