Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

SPMB Surabaya Harus Inklusif, DPRD Minta Sistem Digital Ramah Orang Tua dan Pralansia

SPMB Surabaya Harus Inklusif, DPRD Minta Sistem Digital Ramah Orang Tua dan Pralansia

Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) di Kota SURABAYA tahun ini mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. 

Komisi D DPRD Kota Surabaya mendesak agar proses seleksi dan pendaftaran sekolah tersebut benar-benar memprioritaskan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok orang tua dan pralansia.

BACA JUGA:DPRD Kota Madiun Soroti Minimnya Kuota SMA Negeri pada SPMB 2026


Mini Kidi Wipes.--

Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan pendidikan tidak boleh menjadi sekat yang menyulitkan warga. 

Ia meminta platform pendaftaran daring dirancang dengan tampilan yang sederhana, intuitif, dan tidak membingungkan.

BACA JUGA:Deklarasikan SPMB 2026 Anti Suap dan Pungli, Dispendik Gresik Kenalkan Mekanisme Baru

"Website pendaftaran SPMB harus dikemas lebih ramah untuk orang tua, terutama bagi mereka yang masuk masa pralansia. Jangan sampai muncul disinformasi karena masyarakat kesulitan memahami alur sistem," ujar Ajeng. 

Menurut Ajeng, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua wali murid memiliki tingkat literasi digital yang sama. 

Sistem yang terlalu rumit dan birokratis dikhawatirkan justru memicu kesalahan input data hingga potensi hilangnya kesempatan anak untuk mendapatkan sekolah.

BACA JUGA:Jelang SPMB 2026, Kota Kediri Siapkan 4 Jalur Penerimaan Murid Baru

Selain membenahi infrastruktur digital, srikandi Partai Gerindra ini juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) di lini pelayanan. 

Platform yang canggih, menurutnya, tidak akan berjalan optimal tanpa adanya ruang pengaduan dan pendampingan yang responsif.

Ajeng meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menggencarkan simulasi pendaftaran sebelum hari-H pelaksanaan.

Sumber: