Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Guru Honorer di Surabaya Diduga Cabuli Siswi SMP hingga 10 Kali

Guru Honorer di Surabaya Diduga Cabuli Siswi SMP hingga 10 Kali

ilustrasi--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya mendalami kasus dugaan pencabulan terhadap siswi SMP yang dilakukan guru honorer berinisial MS (25) di wilayah Sukomanunggal, Surabaya.

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari, mengatakan berdasarkan keterangan korban berinisial KD (14), aksi pencabulan tersebut diduga terjadi hingga 10 kali dalam beberapa bulan terakhir.

“Kalau pengakuan korban sekitar 10 kali. Itu kan beberapa bulan. Korban satu orang, usia 14 tahun,” kata Kompol Melatisari, Minggu, 17 Mei 2026.

BACA JUGA:Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Sukomanunggal, Polisi Diapresiasi Komnas PA Jatim


Mini Kidi Wipes.--

Berdasarkan pengakuan tersangka saat diperiksa oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan, dugaan pencabulan pertama kali terjadi di laboratorium komputer sekolah setelah jam pelajaran selesai.

“Pertama kali ngajak di lab setelah pulang sekolah. Satu minggu kemudian, main lagi tapi bukan di lab, di kamar mandi,” ujar MS dalam video yang diunggah akun Instagram @luthfie.daily.

Modus yang dilakukan tersangka bermula saat ia menanyakan alasan korban sering terlambat masuk sekolah.

Setelah itu, korban diajak masuk ke laboratorium komputer dan diduga mengalami tindakan pencabulan.

 


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--Korban sempat melawan dan melarikan diri. Namun, seminggu kemudian tersangka kembali diduga melakukan perbuatan serupa di kamar mandi sekolah.

“Dia itu sering telat. Saya tanya kenapa kok sering telat. Sempat dekat kayak adik-kakak gitu, Pak. Beberapa bulan saya nyaman dengan dia,” pungkasnya.

Sebelumnya, korban bersama orang tuanya melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Surabaya pada Rabu, 8 April 2026. Polisi kemudian menangkap tersangka pada Jumat, 17 April 2026.

Kompol Melatisari menyebut dugaan tindak pidana tersebut terjadi sejak akhir 2025 di ruang laboratorium komputer, toilet sekolah, dan rumah kosong di wilayah Sukomanunggal, Surabaya.

Sumber: