Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Kasus Hantavirus Pernah Ditemukan di RSUD Dr Soetomo, Dinkes Jatim: Pasien Sudah Sembuh

Kasus Hantavirus Pernah Ditemukan di RSUD Dr Soetomo, Dinkes Jatim: Pasien Sudah Sembuh

Ilustrasi pasien yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo yang terkonfirmasi Hantavirus, dinyatakan sudah sembuh. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kasus Hantavirus sempat terdeteksi di Jawa Timur awal 2026, yang mana satu pasien yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo diketahui terkonfirmasi Hantavirus setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan terkait dugaan leptospirosis. Namun, kini pasien tersebut telah sembuh. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit yang berkaitan dengan tikus atau rodensia tersebut.

BACA JUGA:Waspada Hantavirus, Dosen ITS Ingatkan Bahaya Kotoran Tikus


Mini Kidi Wipes.--

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., M.A.R.S., menjelaskan bahwa kasus di Jatim ditemukan pada Januari 2026. Temuan itu bermula ketika RSUD Dr. Soetomo mengirim spesimen pasien leptospirosis ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLK) Salatiga untuk pemeriksaan lanjutan.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien terkonfirmasi Hantavirus. Saat ini pasien sudah sembuh," kata Prof Erwin, melalui keterangan yang diterima Memorandum, pada Jumat, 15 Mei 2026.

BACA JUGA:DPRD Jatim Minta Pemda Perkuat Kewaspadaan Penyebaran Hantavirus

Ia menegaskan, keberadaan kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya deteksi dini terhadap penyakit zoonosis yang berpotensi menular melalui lingkungan tidak higienis.

"Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang penularannya berkaitan erat dengan paparan tikus atau rodensia. Karena itu, langkah pencegahan utama adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya," ucapnya.

Menurut Prof Erwin, Hantavirus merupakan penyakit yang disebabkan orthohantavirus dan dapat menular ke manusia melalui paparan kotoran tikus yang mengering, kontak dengan lingkungan terkontaminasi, gigitan hewan terinfeksi, hingga makanan atau minuman yang tercemar.

BACA JUGA:Waspada Hantavirus, BBKK Surabaya Perketat Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan

"Gejala yang ditimbulkan dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas, batuk, sesak napas hingga gangguan ginjal, dengan tingkat keparahan yang bervariasi," jelasnya.

Ia mengatakan, sejak kasus pertama ditemukan, Dinkes Jatim langsung memperkuat kewaspadaan melalui sosialisasi kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas layanan kesehatan. Koordinasi juga dilakukan bersama rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging, termasuk RSUD Dr. Soetomo dan Kementerian Kesehatan RI.

Selain penguatan surveilans, pemerintah juga meningkatkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), termasuk pelacakan faktor risiko di lapangan dan pelatihan pengendalian binatang pembawa penyakit bagi tenaga kesehatan.

Sumber:

Berita Terkait