Dibubarkan di Sejumlah Kota, Apa Isi Dokumenter Pesta Babi?
Poater film dokumenter berjudul "Pesta Babi"--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Media sosial tengah dihebohkan dengan film dokumenter kolaborasi Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale berjudul “Pesta Babi”. Film ini ramai diperbincangkan usai sejumlah agenda nobar (nonton bareng) dan diskusi di berbagai daerah menuai polemik.
Salah satu kejadian terjadi di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Agenda pemutaran dan diskusi film disebut berakhir ricuh setelah didatangi pihak kampus. Wakil Rektor menyebut kegiatan tersebut tidak memiliki izin penggunaan fasilitas kampus.
BACA JUGA:Refleksi May Day di Lamongan, Nobar Film Marsinah Jadi Momentum Penguat Spiritual dan Keadilan Buruh

Mini Kidi Wipes.--
Pihak kampus juga menilai konten dokumenter itu berpotensi memicu opini yang kontraproduktif dan dianggap provokatif terhadap kebijakan pemerintah pusat.
Lalu, apa sebenarnya film “Pesta Babi”?
Dokumenter ini menyoroti dampak pembangunan skala besar terhadap masyarakat adat di wilayah Merauke dan sekitarnya. Film tersebut memotret bagaimana proyek strategis nasional (PSN) dapat berdampak pada hilangnya hutan adat, ruang hidup masyarakat lokal, hingga ancaman terhadap ritual dan identitas budaya mereka.
BACA JUGA:Laut Bercerita, Film Garapan Yosep Anggi Noen Siap Tayang di Bioskop Indonesia 2026
Istilah “Pesta Babi” sendiri memiliki makna penting dalam budaya masyarakat Muyu. Babi bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol sosial, adat, dan bagian dari ritual budaya. Penggunaan istilah tersebut menjadi metafora bahwa ketika hutan hilang, tradisi dan identitas masyarakat adat juga ikut terancam.
Film ini juga mengangkat narasi mengenai kolonialisme modern serta kehadiran aparat dalam pengamanan proyek pengembangan di wilayah tersebut.
Tak hanya di UNRAM, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Ternate. Pemutaran dan diskusi film disebut dihentikan oleh aparat TNI, sehingga memunculkan perdebatan di kalangan aktivis dan akademisi.

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Pola pembubaran yang terjadi di sejumlah daerah kemudian memicu tanda tanya publik: mengapa sebuah film dokumenter dianggap begitu mengancam?
Di media sosial, banyak netizen menilai pembubaran diskusi dan pemutaran film ini sebagai bentuk pembatasan ruang kebebasan berpendapat dan berekspresi.
Sumber:









