Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Gelar Seminar Hari Pendengaran Sedunia 2026, RSUD Jombang Tekankan Deteksi Dini Kesehatan Anak

Gelar Seminar Hari Pendengaran Sedunia 2026, RSUD Jombang Tekankan Deteksi Dini Kesehatan Anak

Seminar Hari Pendengaran Sedunia tahun 2026 di RSUD Kabupaten Jombang.(Muhammad Yusuf)--

JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gangguan pendengaran pada anak kerap tidak terlihat secara fisik, namun berdampak pada kemampuan komunikasi, prestasi belajar, dan interaksi sosial. Disinilah peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kesehatan pendengaran anak dengan melakukan deteksi dini dan pengobatan gangguan pendengaran. 

Dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia tahun 2026, RSUD Kabupaten Jombang menggelar seminar tenaga medis dan masyarakat umum. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa 5 Mei 2026 kemarin lusa di Ruang Pertemuan Wahab Hasbullah RSUD Jombang, mengangkat tema Waspada Keterlambatan Bicara pada Anak, Deteksi Dini dan Penanganannya. 

BACA JUGA:RSUD Ploso Resmikan RSUP Mart, Gandeng AFCO Fresh untuk Tingkatkan Layanan dan Kenyamanan Pengunjung


Mini Kidi Wipes.--

Tema tersebut dipilih untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini gangguan perkembangan bicara yang sering berkaitan dengan masalah pendengaran pada anak.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran menegaskan akan pentingnya peran tenaga medis, keluarga, dan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda keterlambatan bicara sejak dini. Keterlambatan bicara pada anak tidak boleh dianggap hal yang biasa atau akan hilang dengan sendirinya. 

BACA JUGA:Dukung Peningkatan Pelayanan, Komisi D DPRD Jombang Hearing dengan 2 RSUD

"Ini bisa menjadi salah satu indikator adanya gangguan pendengaran maupun perkembangan lainnya. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting agar intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan hasilnya lebih optimal,” tegasnya. 

Pudji menandaskan, bahwa RSUD Jombang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam bidang kesehatan anak dan pendengaran. Menurutnya, edukasi seperti seminar ini merupakan bagian penting dalam upaya promotif dan preventif.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan bagi tenaga medis, tetapi juga bagi masyarakat umum agar lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak," tandasnya. 


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

"Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, orang tua, dan lingkungan, kita bisa mencegah dampak yang lebih serius di kemudian hari,” pungkasnya. 

Dalam seminar tersebut, ada empat narasumber ahli di bidangnya, yaitu dr Ahmad Mahfur, dr Purnaning Wahyu Prabarini, dr Antina Nevi Hidayati, serta C.H Hidayanti. Materi yang dipaparkan dari berbagai perspektif, mulai dari aspek medis, THT, kesehatan jiwa, hingga psikologi perkembangan anak.

Kegiatan dari rangkaian peringatan Hari Pendengaran Sedunia tahun 2026 ini, harapannya agar dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan pendengaran serta mendeteksi gangguan perkembangan anak sejak dini.(yus)

Sumber: