Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Pedagang Pasar Induk Gadang Sambut Hangat Tempat Baru yang Lebih Layak

Pedagang Pasar Induk Gadang Sambut Hangat Tempat Baru yang Lebih Layak

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Anas Muttaqien (baju putih) dan anggota bersama Koordinator Pembangunan Pasar Induk Gadang Abdul Qodir--

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Relokasi pedagang Pasar Induk Gadang, Kota Malang ke lokasi baru, akhirnya terjawab. Bahkan, disambut antusias, meski masa transisi masih menyisakan tantangan besar.

Perubahan dan perputaran aktivitas transaksi mengalami penurunan seiring Perubahan kondisi. Hal itu disadari, karena masih adaptasi di tahap pembangunan dan relokasi para pedagang.

BACA JUGA:Bupati Malang Buka Pasar Murah Lebaran untuk Penuhi Kebutuhan Bahan Pokok


Mini Kidi Wipes.--

Abdul Qodir, Koordinator Pembangunan Pasar Gadang menegaskan perpindahan para pedagang tanpa ada paksaan. 

“Ini murni keinginan pedagang sendiri. Tempat lama sudah kumuh, macet, tidak manusiawi. Mereka ingin ruang interaksi yang lebih maksimal dengan pembeli,” terang Abah Qodir, mendampingi Komisi C DPRD Kota Malang meninjau Pasar Induk Gadang, Kamis 07 Mei 2026.

Abah Qodir mengaku sudah berjualan buah grosiran di Pasar Induk Gadang sejak 2005. Rencana pindah, sudah lama diinginkan.  Dan titik terang itu, muncul saat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyediakan lahan. Meski statusnya sewa, kepastian tempat itu membuat pedagang bersedia pindah kolektif.

BACA JUGA:Bapanas dan Satgas Pangan Sidak Pasar Kepanjen, Harga Sembako Stabil Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Sorotan


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Untuk para pedagang lama berizin dan mempunyai surat, dipindah gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Biaya fisik bangunan, dikumpulkan dari iuran sukarela pedagang, untuk menambah unit bedak.

“Seluruh dana murni untuk pembangunan. Tidak ada pihak luar yang ikut memiliki kios,” lanjutnya.

Saat ini, sekitar 60 pedagang buah dan 40 pedagang ikan sudah menempati lokasi baru. Meski senang karena tempat lebih bersih dan permanen, pedagang masih menghadapi di fase adaptasi. 

“Kondisi pembeli masih semburat. Parkir belum rapi, akses jalan belum maksimal. Banyak pelanggan setia belum tahu lokasi baru, masih komunikasi dengan pedagang,” tambah Qodir.

BACA JUGA:Pasar Murah di Tangkilsari Malang, Warga Serbu Beras dan Tepung

Sumber: