Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Seniman Surabaya Gelar Konsolidasi di Balai Pemuda Malam Ini

Seniman Surabaya Gelar Konsolidasi di Balai Pemuda Malam Ini

Para seniman di Sekretariat DKS Balai Pemuda.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gelombang perlawanan seniman Surabaya terhadap pengosongan Gedung Dewan Kesenian Surabaya (DKS) memasuki babak baru. Pascapengosongan paksa yang dilakukan aparat di kompleks Balai Pemuda awal pekan lalu, para pelaku seni kini mematangkan strategi melalui rapat konsolidasi terbuka yang dijadwalkan berlangsung Kamis 7 Mei 2026 pukul 18.30 WIB malam ini.

Pertemuan yang berlokasi di Sekretariat DKS Balai Pemuda tersebut bertujuan menyatukan sikap seluruh elemen masyarakat dan komunitas seni di Surabaya. Agenda utama rapat ini adalah menyusun langkah perjuangan dan persiapan aksi lanjutan sebagai bentuk protes keras atas hilangnya ruang ekspresi mereka.

BACA JUGA:Penyegelan Gedung DKS Surabaya Picu Penolakan Seniman, Chrisman Hadi Bertahan


Mini Kidi Wipes.--

Situasi di pusat kebudayaan Surabaya tersebut memanas setelah Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pengosongan pada Senin 4 Mei 2026.

Chrisman Hadi, Ketua Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) mengungkapkan bahwa tindakan aparat dilakukan secara sepihak dan tanpa dasar hukum yang jelas. Ia menyebut proses tersebut sarat kejanggalan administratif.

BACA JUGA:Gedung DKS Balai Pemuda Surabaya Dikosongkan Paksa, Satpol PP: Upaya Penertiban Aset Daerah

“Waktu pengosongan, ditanya mana surat tugasnya, mana berita acaranya, mereka bilang tidak ada. Ini murni kesewenang-wenangan aparat negara,” tegas Chrisman.

Senada dengan Chrisman, pegiat seni dan budaya Surabaya, Cak Bonang, menilai langkah Pemkot bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya sistematis menghapus jejak sejarah. 

Cak Bonang menyoroti tindakan petugas yang mengangkut seperangkat gamelan warisan almarhumah Toety Aziz (Surabaya Post). Gamelan tersebut selama ini menjadi sarana belajar bagi generasi muda di Surabaya.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

“Pengosongan tersebut sangat tidak berperikemanusiaan. Terkait perampasan gamelan itu, artinya pemkot sengaja ingin mengaburkan benda warisan terhadap pelaku kesenian. Padahal alat itu tiap hari dipakai anak-anak berlatih,” ujarnya.

Bagi komunitas seni, Gedung DKS adalah marwah kebudayaan kota yang telah menjadi pusat diskusi dan pameran selama puluhan tahun. Penyegelan gedung ini dianggap sebagai ancaman nyata terhadap ekosistem kreatif Surabaya.

Kini, poster-poster bernada perlawanan dengan ilustrasi kepalan tangan berwarna merah-hitam telah beredar luas di media sosial. Di bawah naungan Sekber Gerakan Kebudayaan Surabaya, para seniman menegaskan tidak akan mundur hingga ada kejelasan sikap dari pemerintah kota.(alf)

Sumber: