Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Anindya Batik Tampil di Batik Fair Surabaya, Berdayakan Pekerja Difabel

Anindya Batik Tampil di Batik Fair Surabaya, Berdayakan Pekerja Difabel

Anindya Batik tampil di Batik Fair Surabaya dengan memberdayakan pekerja difabel.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Anindya Batik Art & Tailor dari Semarang tampil di Batik Bordir dan Aksesoris Fair di Grand City dengan memberdayakan pekerja difabel dalam proses produksi.

Pameran ini digelar dalam rangka HUT Dekranasda ke-46 dan HUT Kota Surabaya ke-733 pada 6 hingga 10 Mei 2026.

Berbagai booth turut meramaikan acara, mulai dari Dekranasda daerah hingga pelaku UMKM dengan produk batik, bordir, tenun, songket, dan aksesori.

BACA JUGA:Misstika Craft Pamerkan Koleksi Batu Alam Nusantara di Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026


Mini Kidi Wipes.--

Pemilik Anindya Batik Art & Tailor, Lisa Farisa, mengatakan seluruh proses produksi melibatkan pekerja difabel.

“Mulai dari pola, jahit, hingga finishing, semuanya mereka yang mengerjakan,” ungkap Lisa.

Para pengrajin memiliki rentang usia 24 hingga 70 tahun. Lisa menyebut tidak ada batasan usia karena setiap individu memiliki kebutuhan ekonomi.

Sebelum terlibat produksi, para pekerja mendapatkan pelatihan swadaya secara gratis.

Setelah dinilai mahir, mereka dilibatkan dalam produksi hingga mampu mengikuti event berskala nasional.

Dalam produksinya, Anindya Batik menggunakan bahan katun Paris dengan motif klasik seperti Kawung dan Truntum Sogan.

Produk tersebut telah menjangkau pasar internasional seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Kanada.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Lisa mengakui masih menghadapi tantangan komunikasi dengan pekerja difabel.

“Karena banyak yang tidak bersekolah, jadi belum familiar dengan BISINDO. Kami biasanya menggunakan bahasa sehari-hari yang dipahami bersama,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya inovasi dalam melestarikan batik.

“Motifnya tetap klasik, tapi modelnya mengikuti perkembangan zaman. Seperti kutu baru ini, yang aslinya tidak memiliki kantong, kami modifikasi dengan tambahan detail dan bahan pilihan seperti tenun,” tutup Lisa.

Sumber: