Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Gandeng Warga Benahi Data PBB, Pemkab Jember Buka Lowongan Petugas Survei

Gandeng Warga Benahi Data PBB, Pemkab Jember Buka Lowongan Petugas Survei

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah, Deni Wijananto--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemkab Jember melalui Bapenda membuka rekrutmen 31 petugas survei untuk pembenahan data Pajak Bumi dan Bangunan dengan melibatkan masyarakat.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah, Deni Wijananto, mengatakan pembaruan data diperlukan agar capaian pajak lebih akurat.

“Kami menyadari ada kebutuhan mendesak untuk memperbarui database. Banyak objek pajak di lapangan yang sudah berubah fungsi, misalnya lahan yang tadinya kosong kini sudah berdiri bangunan. Hal-hal seperti inilah yang harus kita sasar agar datanya relevan,” ujar Deni, Rabu 6 Mei 2026.

Ia menyebut capaian PBB Jember pada 2025 berada di angka 60 persen.Para petugas survei nantinya bertugas melakukan verifikasi data lapangan di seluruh kecamatan.

BACA JUGA:Limbah TPA Pakusari Hantui Petani Jember, DPRD Jember Desak Penanganan Menyeluruh


Mini Kidi Wipes.--

Pekerjaan ini bersifat partisipatif dengan waktu kerja fleksibel namun tetap berbasis target dan sistem absensi digital.

“Sifatnya partisipasi masyarakat, jadi jam kerjanya fleksibel. Namun, komitmen terhadap target tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Selama kontrak tiga bulan, petugas akan menerima honor sebesar Rp 2,85 juta per bulan.

Pendaftaran dibuka hingga 13 Mei 2026 dengan tahapan seleksi administrasi dan wawancara.

Adapun persyaratan di antaranya usia 20 hingga 40 tahun, pendidikan minimal SMA atau sederajat, memiliki kendaraan roda dua dan SIM C aktif.


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Serta mampu mengoperasikan ponsel Android dan aplikasi pemetaan. Pelamar dengan pengetahuan dasar bangunan atau pengalaman survei menjadi nilai tambah.

Deni menegaskan rekrutmen ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, bukan ASN.

“Tahun ini kami fokuskan khusus pada PBB agar hasilnya lebih optimal. Dengan data yang akurat, kita bisa memetakan potensi daerah secara riil dan membangun Jember dengan pondasi data yang lebih sehat,” pungkasnya. 

Sumber: