Sapa Warga Binaan, Kasi Binadik Lapas Jember Pastikan Seluruh Hak Layanan Gratis Tanpa Sekat
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Jember, Heri Aguswanto , dihadapan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - ​Suasana Masjid Al Ikhlas di dalam Lapas Kelas IIA Jember tampak berbeda. Ratusan perwakilan warga binaan duduk bersama dalam sebuah forum yang penuh keterbukaan. Bukan sekadar formalitas, kegiatan sosialisasi ini menjadi jembatan hati untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan haknya secara layak dan tanpa biaya.
​Acara dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Jember, Heri Aguswanto. Sebagai pejabat baru, Heri memilih pendekatan yang hangat.
BACA JUGA:Rajut Harmoni Antarlembaga, Kalapas Jember dan Ketua PN Duduk Bersama Mantapkan Pelayanan

Mini Kidi Wipes.--
Ia tidak menjaga jarak, melainkan mengajak para penghuni kamar untuk menganggap Wali Pemasyarakatan sebagai teman diskusi untuk mencurahkan keluh kesah selama menjalani masa pembinaan.
​“Saya ingin bapak-bapak semua tahu bahwa kalian punya hak dan kewajiban yang sama. Jangan segan untuk bicara. Jika ada kendala atau ganjalan di hati, sampaikan kepada Wali masing-masing. Kami di sini untuk membimbing, bukan untuk mempersulit,” ujar Heri dengan nada persuasif, Selasa, 5 Mei 2026.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
​Satu hal yang ditegaskan Heri dan membawa angin segar bagi warga binaan adalah kepastian mengenai biaya layanan. Ia menjamin bahwa segala bentuk pengurusan hak, mulai dari remisi hingga pembebasan bersyarat, tidak dipungut biaya sepeser pun.
​“Saya pastikan seluruh hak yang saudara terima, seperti remisi, cuti bersyarat (CB), maupun pembebasan bersyarat (PB), semuanya gratis. Jika ada yang mencoba bermain-main atau meminta sesuatu, segera laporkan. Kami ingin semua transparan,” tegasnya di hadapan warga binaan.
​Harapan itu terpancar dari wajah DY, salah satu warga binaan yang hadir. Baginya, kejelasan informasi seperti ini memberikan ketenangan batin.
​“Kami jadi merasa lebih tenang. Kami jadi tahu jalan untuk pulang dan berkumpul lagi dengan keluarga itu nyata dan tidak dipersulit. Harapan kami hanya satu, bisa menjalani pembinaan dengan tenang sampai hari kebebasan itu tiba,” tutur DY haru.
​Melalui pendekatan yang lebih manusiawi ini, Lapas Jember ingin menghapus stigma negatif dan membangun harmoni. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan benar-benar berfokus pada penyiapan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. (edy)
Sumber:









