Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Rangkaian Pernikahan Adat Jawa: Sakral, Penuh Makna, dan Tak Lekang Waktu

Rangkaian Pernikahan Adat Jawa: Sakral, Penuh Makna, dan Tak Lekang Waktu

Tradisi sembogo kepada kedua pengantin adat Jawa.(Foto: Instagram/@fahmiirawan)--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Setiap insan memiliki impian tersendiri tentang pernikahan—ada yang memilih konsep modern, ada pula yang tetap setia pada adat. Khususnya dalam budaya Jawa, prosesi pernikahan bukan sekadar seremoni, tetapi sarat makna yang sakral dan terasa timeless.

Memang, tak sedikit yang menganggapnya rumit, mahal, dan memakan waktu. Namun bagi mereka yang memahami nilai di balik setiap tahapannya, semua itu justru menjadi perjalanan yang berharga. Berikut rangkaian prosesi pernikahan adat Jawa dari awal hingga akhir sebagai panduan:

BACA JUGA:Inovasi Pernikahan Outdoor: Aston Sidoarjo Jadi Pelopor Garden Wedding Showcase Pertama di Kota Delta


Mini Kidi Wipes.--

1. Singset / Peningset

Pihak pria datang ke kediaman mempelai wanita dengan membawa tanda pengikat, biasanya berupa perhiasan atau kain. Ini menjadi simbol bahwa calon pengantin wanita telah “terikat” dan tidak lagi menerima pinangan lain.

2. Asok Tukon

Penyerahan dana dari pihak pria kepada pihak wanita sebagai bentuk tanggung jawab untuk membantu biaya pernikahan.

BACA JUGA:Eksplorasi Teknologi dan Elegan: Westin Wedding Fair 2026 Jadi Barometer Tren Pernikahan Modern

3. Pasang Tarub & Tuwuhan

Dilakukan sebelum akad atau pemberkatan dengan memasang janur kuning serta tanaman seperti pisang raja, tebu, dan kelapa muda di pintu masuk. Ini melambangkan harapan akan kehidupan yang makmur dan keturunan yang baik.

4. Sungkeman

Calon pengantin bersujud di hadapan orang tua untuk memohon restu serta meminta maaf atas kesalahan di masa lalu.

5. Siraman

Sumber: