Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Pelatih Bernardo Tavares Waspadai Kepercayaan Diri dari PSBS Biak di GBT

Pelatih Bernardo Tavares Waspadai Kepercayaan Diri dari PSBS Biak di GBT

Pemain Persebaya melakukan Official Training sebelum pertandingan --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Stadion Gelora Bung Tomo akan menjadi saksi perjuangan Persebaya Surabaya saat menjamu PSBS Biak pada laga lanjutan pekan ke-31 Super League 2025/2026.

Pertandingan ini menjadi ujian krusial bagi skuat Bajol Ijo untuk tetap berada di jalur kemenangan, menatap laga tersebut, Bernardo Tavares meminta anak asuhnya untuk tidak memandang remeh lawan. 

BACA JUGA:PSBS Biak Usung Misi Bangkit di Kandang Persebaya: Tekad Putus Tren Negatif 13 Laga Tanpa Menang


Mini Kidi Wipes.--

Ia mewaspadai potensi kejutan dari tim tamu yang diprediksi akan bermain tanpa tekanan.

“Kami harus tetap rendah hati. PSBS Biak bermain tanpa beban. Meski mereka berada dalam situasi sulit, itu justru bisa membuat mereka tampil lebih lepas. Karena itu kami harus menghormati mereka,” ujar Tavares.

PSBS Biak yang saat ini memang tengah berjuang di papan bawah mempunyai semangat juang yang luar biasa yang bisa menjadi ancaman bagi Persebaya.

BACA JUGA:Persebaya Bidik Poin Penuh Hadapi PSBS Biak di Gelora Bung Tomo


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Kendati demikian, Tavares lebih memilih menitikberatkan perhatian pada kesiapan internal tim. Kedisiplinan dalam menerapkan strategi di lapangan menjadi kunci utama yang ia tuntut dari para pemain.

“Kami harus fokus pada diri sendiri. Menjalankan rencana permainan, mengikuti instruksi, dan memberikan yang terbaik, baik secara mental maupun dalam permainan,” jelasnya.

BACA JUGA:Persebaya Kalahkan Arema FC 4-0 di Surabaya, Bernardo Tavares Puji Mentalitas Pemain

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut juga memberikan peringatan keras agar skuatnya tidak merasa di atas angin. Ia menekankan bahwa rasa percaya diri yang berlebihan bisa mengganggu konsentrasi tim selama pertandingan berlangsung.

“Kami tidak boleh berpikir akan menang dengan mudah atau skor besar. Itu pendekatan yang keliru. Kami harus menganggap mereka sebagai tim yang kuat dan tetap disiplin sepanjang pertandingan, baik saat menguasai bola maupun saat bertahan,” tegasnya. (yat)

Sumber: