Juru Pelihara Cagar Budaya Situbondo Titipkan Dua Batu Phallus ke Museum Balumbung
Penyerahan dua batu phallus dan artefak purbakala ke Museum Balumbung Situbondo.--
SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Juru pelihara cagar budaya Sunarto menitipkan dua batu phallus dan satu buli-buli tanah liat ke Museum Balumbung Situbondo pada Kamis 30 April 2026.
Penitipan dilakukan setelah pertimbangan edukasi serta alasan personal terkait kondisi penyimpanan di rumahnya di Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa.
BACA JUGA:Fadli Zon Tegaskan Budaya Kekayaan Bangsa yang Harus Terjaga di Situbondo
Sunarto mengungkapkan selama benda purbakala tersebut disimpan di rumahnya, anaknya kerap mengalami sakit secara misterius.
"Setelah sekian tahun saya amankan di rumah karena lokasinya rentan keamanan, saya pikir akan lebih bermanfaat secara edukatif bila ditaruh di museum," ujarnya.

Mini Kidi Wipes.--
Selain itu, proses penitipan dilakukan setelah koordinasi dengan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo.
Menurut Kabid Kebudayaan Dispendikbud Situbondo M. Zuhri Effendi, langkah tersebut dinilai tepat untuk pelestarian dan edukasi sejarah.
"Harapannya, tinggalan langka ini bisa diakses oleh pembelajar dan masyarakat umum agar mereka bisa memaknai nilai penting jejak peradaban Situbondo kuno," katanya.
BACA JUGA:Rawat Warisan Budaya dan Sejarah, Mas Rio Mulai Revitalisasi Kawedanan Besuki
Sementara itu, Ketua Yayasan Museum Balumbung Situbondo Irwan Kurniadi menjelaskan batu phallus merupakan artefak prasejarah yang digunakan dalam ritual pada masa lampau.
Ia menambahkan kedua batu tersebut ditemukan di area pemakaman Desa Kettowan, Kecamatan Arjasa dengan bentuk berbeda namun memiliki karakteristik serupa.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
"Saat ini Museum Balumbung mencatat terdapat belasan benda berstatus cagar budaya dan lebih dari 200 objek diduga cagar budaya," pungkasnya. (–)
Sumber:








