MOJOKERTO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Polres Mojokerto menggelar forum silaturahmi bersama tokoh lintas elemen untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan dan keharmonisan wilayah, Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan berlangsung di Ruang Presisi dan dipimpin Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata. Ia didampingi Wakapolres Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho serta jajaran pejabat utama.
Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, hingga pimpinan perguruan silat se-Kabupaten Mojokerto.
BACA JUGA:Penggerebekan Penimbunan BBM Bersubsidi di Mojokerto, Pelaku Kabur Tinggalkan Barang Bukti

Mini Kidi Wipes.--
Kapolres menyampaikan keberagaman di Mojokerto merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Ia juga menyoroti adanya gesekan antar oknum perguruan silat yang terjadi beberapa hari terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu konflik lebih luas jika tidak ditangani secara bijak.
“Situasi seperti ini sangat mudah berkembang, apalagi dengan adanya media sosial yang bisa memicu reaksi berantai. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas,” tegasnya.
BACA JUGA:Satgas Mojokerto Gerebek 7 Titik Galian C Ilegal di Lahan Pertanian
Polres Mojokerto telah mengambil langkah hukum dengan mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Namun demikian, pendekatan dialog dan kolaborasi tetap menjadi prioritas utama.
Ketua PSHT Kabupaten Mojokerto, Drs. H. Hari Sucipto, menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir pelanggaran yang dilakukan anggota. Ia juga mengajak seluruh perguruan silat memperkuat komunikasi demi menjaga keamanan bersama.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Sementara itu, Ketua IKSPI Kabupaten Mojokerto, M. Affandi, mengusulkan patroli gabungan antara perguruan silat dan kepolisian guna mencegah potensi gesekan lanjutan.
Forum juga menyoroti isu kekerasan terhadap anak yang mendapat perhatian berbagai pihak.
Dukungan disampaikan perwakilan PHDI yang mengapresiasi langkah Polres Mojokerto dalam penanganan kasus tersebut.
Selain itu, sejumlah tokoh menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan tanpa bergantung sepenuhnya pada aparat.
Semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif menjadi pesan utama dalam forum tersebut.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus berkoordinasi menjaga stabilitas keamanan wilayah Mojokerto. (war)