Panen Raya Melimpah, Plt Bupati Dorong Pertanian Tulungagung Naik Kelas
Plt Bupati Ahmad Baharudin bersama Kepala Dinas Pertanian, Suyanto.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Panen raya padi di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol pada Senin 27 April 2026 menjadi bukti nyata geliat sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung yang terus menunjukkan tren positif.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, turun langsung ke sawah bersama petani, sekaligus mengajak seluruh pihak memperkuat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern.
BACA JUGA:DPR RI dan Bulog Ikuti Panen Raya, Surplus Beras di Tulungagung Sumbang Ketahanan Pangan Nasional

Mini Kidi Wipes.--
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Komisi VI DPR RI sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap program swasembada pangan. Kehadiran tersebut mendapat apresiasi dari Baharudin karena dinilai mampu memperkuat sinergi lintas sektor.
“Momentum panen raya ini bukan sekadar seremoni, tapi wujud nyata kolaborasi dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar Baharudin.
BACA JUGA:Panen Raya Desa Kepuh Melimpah, Baharudin Ajak Petani Maksimalkan Lahan dan Jaga Alam
Ia mengungkapkan, capaian produksi padi di Tulungagung sepanjang tahun 2025 terbilang menggembirakan.
Dari luas panen 45.966 hektare, produksi mencapai 319.969,33 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 185.582,21 ton beras.
“Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 90.944 ton per tahun, kita mencatat surplus beras sebesar 94.638,08 ton,” jelasnya.
BACA JUGA:Tasyakuran Panen Raya Padi di Tulungagung, Poktan Mojoagung Gelar Tumpengan Massal
Capaian tersebut menempatkan Tulungagung sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan beras di Jawa Timur. Tren positif ini juga berlanjut di tahun 2026.
“Hingga Maret 2026, luas panen sudah mencapai 11.743 hektare dengan produksi 82.083,57 ton GKP. Ini menghasilkan surplus sekitar 24.770,87 ton,” imbuhnya.
Menurut Baharudin, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras petani serta dukungan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga sektor swasta.
Sumber:








