Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Jangan Lengah Jol! Sore Ini Persebaya Dijamu Arema di Bali

Jangan Lengah Jol! Sore Ini Persebaya Dijamu Arema di Bali

Catur Pamungkas siap mengamankan lini belakang Persebaya.-persebaya.id.-

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID- Big Match pekan ke-30 Liga 1 Indonesia yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya Surabaya dipastikan berlangsung di Pulau Bali. Tingginya tensi rivalitas klasik Derby Jawa Timur membuat panitia pelaksana memindahkan pertandingan dari Malang ke Pulau Dewata demi alasan keamanan.

Meski bertanding di tempat netral, Persebaya diingatkan untuk tidak lengah. Modal kemenangan saat menghadapi Malut United harus menjadi motivasi tambahan bagi Bajol Ijon jika ingin menembus posisi lima besar klasemen.

Keputusan pemindahan lokasi pertandingan diambil setelah adanya rekomendasi dari kepolisian yang tidak memberikan izin penyelenggaraan laga di Stadion Kanjuruhan.

BACA JUGA:MU Tekuk Brentford 2-1, Bruno Fernandes Dekati Rekor Assist dan Setan Merah Kian Mantap ke Liga Champions


Mini Kidi Wipes.--

Menindaklanjuti hal tersebut, operator kompetisi menetapkan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai venue resmi pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Erwin Hardiyono, menegaskan bahwa pemindahan venue merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Malang Raya.

“Pemindahan lokasi pertandingan ini menjadi langkah krusial demi menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pertandingan panas antara Arema FC dan Persebaya dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, dengan waktu kick-off pukul 15.30 WIB. Mengingat tingginya rivalitas kedua tim, panitia memutuskan laga digelar tanpa kehadiran penonton di stadion.

“Menatap laga berikutnya, pertandingan akan digelar tanpa penonton,” demikian pernyataan resmi manajemen Arema FC.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Para suporter dari kedua tim diminta tidak hadir langsung ke stadion dan diimbau memberikan dukungan melalui siaran televisi demi menjaga keamanan bersama.

Pada pertemuan pertama musim ini di Stadion Gelora Bung Tomo, kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1. Saat itu, gol Bruno Moreira untuk Persebaya dibalas melalui gol bunuh diri Dime Dimov yang menguntungkan Arema FC.

Menjelang duel di Bali, posisi kedua tim di klasemen menunjukkan perbedaan cukup jelas. Persebaya saat ini menempati peringkat keenam dengan koleksi 45 poin. Tim berjuluk Bajol Ijo baru saja bangkit dari tren negatif setelah meraih kemenangan 2-0 atas Malut United, meski sebelumnya sempat kalah dari Madura United dan Persija Jakarta.

Sementara itu, Arema FC berada di posisi ke-10 dengan raihan 39 poin. Meski tertinggal secara peringkat, performa tim berjuluk Singo Edan menunjukkan tren positif setelah meraih kemenangan beruntun atas Persita Tangerang dan Persis Solo, serta menahan imbang Persib Bandung di laga terakhir.

Kondisi tersebut membuat duel kedua tim diprediksi berlangsung ketat. Meski Persebaya unggul secara posisi klasemen, grafik performa Arema yang terus meningkat menjadi ancaman serius.

Pertarungan strategi juga dipastikan menarik perhatian. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, diprediksi akan menyiapkan taktik matang untuk meredam kekuatan Arema yang ditangani Marquinhos Santos.

Pelatih Bernardo Tavares memahami betul pentingnya pertandingan melawan Arema FC bagi para pendukung setia Persebaya Surabaya. Atmosfer panas rivalitas bahkan sudah terasa di media sosial sejak jauh hari sebelum pertandingan dimulai.

Meski laga digelar tanpa kehadiran penonton di stadion, duel klasik ini tetap menyedot perhatian besar dari para suporter kedua tim, baik pendukung Bonek di Surabaya maupun Aremania di Malang.

Bernardo Tavares menegaskan bahwa pihaknya menyadari kekuatan yang dimiliki Arema FC. Namun, ia juga yakin timnya memiliki kemampuan yang tidak kalah untuk memberikan perlawanan sengit.

“Kami tahu Arema adalah tim yang kuat, tetapi kami juga memiliki kekuatan. Jika kami mampu bermain seperti saat menghadapi Malut, bukan tidak mungkin kami bisa menciptakan kejutan,” ujar Tavares.

Di bagian lain, Pelatih Marquinhos Santos bersama seluruh elemen tim Arema FC menunjukkan sikap legawa atas keputusan pemindahan lokasi pertandingan. Baginya, perubahan venue tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan performa tim. Sebaliknya, Arema justru ingin membuktikan mentalitas kuat sebagai klub besar.

“Kami harus siap dengan perubahan venue, apalagi keputusan sudah ditetapkan. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan diri menghadapi pertandingan nanti,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal tegas bahwa Arema FC tidak ingin mencari alasan atas situasi yang terjadi. Tim pelatih telah menyiapkan sejumlah skenario untuk beradaptasi dengan kondisi pertandingan di Bali, mulai dari pengaturan program latihan hingga penyusunan strategi yang sesuai dengan karakter lapangan.

Kondisi bermain di venue netral sebenarnya bukan pengalaman baru bagi Arema FC. Dalam dua musim terakhir, tim berjuluk Singo Edan sudah beberapa kali melakoni laga melawan Persebaya Surabaya di stadion yang sama.

Pengalaman tersebut secara tidak langsung membentuk mental bertanding para pemain. Kini, skuad Arema FC dinilai lebih siap menghadapi laga derbi meski tanpa atmosfer penuh dari pendukung di Stadion Kanjuruhan



Duel taktik kedua pelatih diyakini akan menjaga tensi pertandingan tetap panas, meski laga berlangsung tanpa dukungan langsung dari suporter di tribun stadion.
Pertandingan Derby Jatim kali ini diyakini tetap menghadirkan atmosfer panas meski digelar di tempat netral dan tanpa kehadiran suporter di stadion.

Perkiraan Susunan Pemain

Arema FC (3-4-3):
Frigeri; Hansamu Yama, Betinho, Guevara; Rio Fahmi, Blade, Fikri, Ahmad Alfarizi; Silva, Vinicius, Gustavo
Pelatih: Marquinhos Santos

Persebaya Surabaya (4-2-3-1):
Ramadhani; Catur, Mitrevski, Fernandes, Jefferson; Firmansyah, Raickovic; Matos, Rivera, Risaldi; Perovic
Pelatih: Bernardo Tavares


Head to Head Arema FC vs Persebaya Surabaya

Berdasarkan data dari laman I.League, duel antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dalam beberapa musim terakhir menunjukkan dominasi Bajol Ijo.

Dari total 7 pertemuan terakhir, Persebaya unggul telak dalam catatan head to head, sementara Arema FC belum mampu meraih satu pun kemenangan.

Rekap Head to Head Terakhir
Total Pertemuan: 7 laga
Persebaya Surabaya menang: 5 kali
Arema FC menang: 0 kali
Hasil imbang: 2 kali

Salah satu hasil imbang terjadi pada putaran pertama musim ini saat kedua tim bertemu di Stadion Gelora Bung Tomo. Dalam laga tersebut, kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1.

Catatan ini membuat Persebaya memiliki keunggulan psikologis jelang pertemuan berikutnya. Namun, Arema FC tetap berpeluang memutus tren negatif tersebut, apalagi performa Singo Edan menunjukkan peningkatan dalam beberapa laga terakhir.

Pada pekan ke-29, Arema FC berhasil mencuri satu poin setelah menahan imbang Persib Bandung dengan skor 0-0. Sementara itu, Persebaya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan 2-0 atas Malut United.

Dengan statistik tersebut, duel Derby Jatim dipastikan kembali berlangsung panas dan sarat gengsi, mengingat rivalitas panjang kedua tim selalu menghadirkan pertandingan yang ketat dan penuh tensi

Sumber: