Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

DPRD Jatim Minta Pengawasan PMK Hewan Kurban Diperketat

DPRD Jatim Minta Pengawasan PMK Hewan Kurban Diperketat

Erma Susanti--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang Hari Raya Iduladha, kewaspadaan terhadap kesehatan hewan kurban kembali menjadi perhatian serius. 

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan langkah pencegahan penyebaran penyakit, khususnya penyakit Mulut dan Kuku (PMK).


Mini Kidi Wipes.--

Menurut Erma yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan Jatin, mendorong dinas peternakan harus aktif melakukan monitoring mengambil langkah antisipatif, seperti menerapkan karantina kandang guna membatasi keluar-masuk orang yang berpotensi membawa virus. 

BACA JUGA:Kecepatan Publikasi Media, Sekwan DPRD Jatim: Menjadi Tantangan Penyajian Informasi

Upaya ini dinilai penting agar penyebaran penyakit tidak meluas di sentra-sentra peternakan. “Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kandang perlu dijaga ketat, lalu lintas orang dibatasi, dan hewan yang terindikasi segera mendapatkan penanganan, termasuk pengobatan dan pemberian nutrisi yang baik,” ujarnya.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Erma juga menekankan pentingnya edukasi kepada para peternak. Jika ditemukan gejala penyakit pada hewan, peternak diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak menyebar lebih luas.

Selain itu, Erma mengingatkan bahwa setiap hewan yang akan dijual atau dipindahkan harus terlebih dahulu mendapatkan registrasi dari tenaga kesehatan hewan dan dipastikan bebas PMK. 

BACA JUGA:DPRD Jatim Soroti Kinerja DPMPTSP: Jangan Hambat Niat Baik Masyarakat Urus Perizinan Sekolah

Ia juga mendorong agar penjualan hewan kurban dilakukan seminimal mungkin melalui perantara, dan lebih diutamakan langsung dari kandang untuk mengurangi risiko penularan. “Pengawasan lalu lintas ternak harus diperketat. Semua pihak harus bekerja sama, mulai dari dinas, peternak, hingga aparat terkait agar prosedur kesehatan benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Dia menambahkan, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat wabah menyebar. Pasalnya, jika terjadi kasus yang meluas, kerugian besar akan dialami peternak, terutama menjelang Iduladha yang menjadi momentum panen dan peningkatan pendapatan.

“Jangan sampai peternak merugi karena kurangnya pengawasan. Ini momen penting bagi mereka untuk mendapatkan nilai ekonomi maksimal dari ternaknya,” pungkasnya. (day)

Sumber: