Uji Coba Zona Labuh 2 di Tanjung Perak Pangkas Waktu Tunggu Kapal
Uji coba implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) di Terminal Petikemas Nilam sebagai lokasi percontohan, sebelum nantinya diterapkan di Terminal Petikemas Berlian --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Upaya meningkatkan efektivitas layanan kepelabuhanan terus dilakukan KSOP Utama Tanjung Perak SURABAYA bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) melalui uji coba penataan Zona Labuh 2. Program ini merupakan bagian dari implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) yang bertujuan menciptakan sistem pelayanan kapal yang lebih terjadwal, terintegrasi, serta aman dan selamat.
Uji coba dilaksanakan di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam) sebagai lokasi percontohan, sebelum nantinya diterapkan di Terminal Petikemas Berlian (TPK Berlian) yang berada di bawah pengelolaan PT Terminal Teluk Lamong.
BACA JUGA:Dorong Humas Proaktif dan Responsif, Terminal Teluk Lamong Perkuat Strategi Kehumasan Berbasis AI

Mini Kidi Wipes.--
Pelaksanaan uji coba ditandai dengan pelayanan kapal MV Minas Baru sebagai kapal pertama yang menggunakan alur layanan baru, mulai dari memasuki zona labuh hingga proses sandar di terminal. Dalam skema ini, kapal dengan ukuran di atas 4000 GT dan panjang maksimal (LOA) hingga 150 meter tidak lagi menunggu di area labuh luar, melainkan diarahkan ke titik labuh yang telah ditentukan melalui sistem penjadwalan terintegrasi.
Seluruh proses didukung platform digital Inaportnet yang terintegrasi dengan Portal Perak Extended milik KSOP Utama Tanjung Perak serta Phinisi milik PT Pelindo. Sistem ini memungkinkan perencanaan waktu kedatangan kapal (ETA) dan jadwal sandar dilakukan secara lebih presisi dan terkoordinasi.
BACA JUGA:PT Teluk Lamong Raih Penghargaan TJSL Kampung Hidroponik
Melalui penerapan sistem ini, waktu tunggu kapal ditargetkan dapat ditekan signifikan, dari sebelumnya rata-rata 4–6 jam menjadi sekitar 2 jam atau bahkan kurang. Selain meningkatkan efisiensi, pengaturan pergerakan kapal yang lebih terstruktur juga dinilai mampu meningkatkan keselamatan navigasi dengan mengurangi kepadatan lalu lintas di alur pelayaran.
Dalam pelaksanaannya, MV Minas Baru yang melayani rute domestik digunakan untuk menguji efektivitas sistem secara langsung di lapangan. Saat uji coba berlangsung, kapal tersebut sudah berada di area Karang Jamuang pada pukul 11.35 WIB, kemudian bergerak menuju zona EAZI dan melakukan lego jangkar pada pukul 13.42 WIB. Kapal tercatat berada di Zona Labuh 2 selama sekitar satu jam sebelum akhirnya melakukan manuver sandar pada pukul 15.50 WIB.
BACA JUGA:PT Terminal Teluk Lamong Gandeng Kebun Raya Purwodadi Perkuat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati
Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyatakan bahwa uji coba ini terbukti efektif dalam meningkatkan keteraturan pergerakan kapal serta efisiensi layanan pelabuhan.
“Uji coba penerapan program layanan EAZI ini terbukti efektif dalam meningkatkan keteraturan plotting kapal serta efektivitas layanan di Pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari optimalisasi koordinasi antara berbagai pihak, mulai dari KSOP, pandu, Vessel Traffic Service (VTS), hingga PT Terminal Teluk Lamong yang berjalan sesuai standar operasional prosedur.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Sumber:








