Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

711 Petugas Parkir Surabaya Sudah Terintegrasi Sistem Non Tunai

711 Petugas Parkir Surabaya Sudah Terintegrasi Sistem Non Tunai

Kawasan parkir digital.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Wajah perparkiran di Kota Pahlawan tengah mengalami transformasi besar-besaran. Hingga 23 April 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat sebanyak 711 petugas parkir telah resmi terintegrasi ke dalam sistem parkir digital. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dari data sebelumnya yang hanya berjumlah 616 petugas.

Langkah ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan bagian dari misi besar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menghapus stigma negatif perparkiran melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel.

BACA JUGA:Parkir Non-Tunai Makin Mudah: Voucher Parkir Segera Tersedia di Minimarket, Jukir Bandel Bakal Ditindak


Mini Kidi Wipes.--

Perluasan sistem non-tunai ini kini menyasar sejumlah koridor padat kendaraan. Beberapa titik baru yang mulai menerapkan sistem ini antara lain ruas Jalan Ngagel Jaya, Ngagel Jaya Barat, Ngagel Jaya Tengah, Pucang Anom Permai, Wonokromo, Raya Darmo Satelit hingga Kupang Baru.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan bahwa penambahan 95 petugas dalam waktu singkat ini merupakan upaya memperkuat cakupan layanan di lapangan.

BACA JUGA:DPRD Surabaya Desak Perlindungan Hukum Jukir dan Percepatan Digitalisasi Parkir

"Dengan sistem ini, kami ingin pelayanan parkir menjadi lebih tertib dan mudah. Pembayaran non-tunai meminimalkan potensi gesekan dan memastikan setiap rupiah masuk dengan jelas ke sistem," ujar Trio, Jumat 24 April 2026.

Dari total 1.749 juru parkir (jukir) Tepi Jalan Umum (TJU) yang ada di Surabaya, sekitar 1.300 di antaranya telah melewati tahap validasi data. Namun, tantangan muncul dalam proses aktivasi rekening dan ATM.

"Namun, yang benar-benar aktif dalam sistem digital melalui aktivasi rekening dan ATM baru mencapai 711 orang dan terus dikejar hingga menembus 800-an dalam waktu dekat,” terangnya.

BACA JUGA:Sempat Resahkan Warga Rungkut, Bhabinkamtibmas Serahkan Honda Brio Terparkir Sepekan ke Pemiliknya

Untuk mempercepat proses tersebut, Dishub menerapkan strategi jemput bola. Tim diterjunkan langsung ke lapangan dan dibagi menjadi tiga kelompok guna menyasar jukir yang belum bergabung dalam sistem. 

Jukir yang bersedia akan langsung difasilitasi pembukaan rekening dan aktivasi ATM Bank Jatim. Sebaliknya, mereka yang menolak akan ditertibkan, termasuk kemungkinan penggantian petugas serta penarikan kartu tanda anggota (KTA).

“Parkir digital berbasis non-tunai merupakan kebutuhan warga Kota Surabaya yang kini tengah diwujudkan. Sistem ini sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar pembayaran parkir lebih transparan dan akuntabel, serta meminimalkan potensi saling menyalahkan,” tegasnya.

Sumber:

Berita Terkait